Perkembangan tarif PPN di Afrika Selatan.
JAKARTA, DDTCNews – Tarif pajak pertambahan nilai (PPN) diproyeksi akan meningkat dalam beberapa waktu ke depan, pascapelantikan mantan Gubernur Bank Afsel Tito Mboweni sebagai Menteri Keuangan baru.
Senior Tax Consulting Mazars Bernard Sacks memprediksi peningkatan PPN akan digunakan untuk menambal kekurangan penerimaan pajak pada masa mendatang. Padahal, tarif PPN sudah meningkat dari 14% menjadi 15% pada tahun ini.
“Peningkatan tarif PPN dimungkinkan terjadi. Tarif PPN terbaru bertujuan untuk menambal kekurangan penerimaan pajak,” katanya di Cape Town, seperti dikutip pada Senin (15/10/2018).
Menurutnya, ada risiko munculnya kecaman dari publik jika tarif PPN dinaikkan menjelang pemilihan umum. Untuk menghindari adanya kecaman publik, pemerintah dapat menggunakan tarif PPN 0% sebagai kebijakan ‘pemanis’.
Menurutnya saat ini hanya barang seperti makanan pokok, seperti buah, sayur segar, roti coklat, kacang polong, dan ikan sarden yang dikenakan PPN 0%. Perluasan cakupan PPN 0% dianggap perlu diterapkan ke depannya.
“Saat ini hanya barang seperti produk saniter, seragam sekolah, dan popok sekali pakai yang diberlakukan PPN 0% dan termasuk ke dalam 19 item barang yang dikenakan tarif ini,” ungkapnya dalam iol.co.za.
Sejalan dengan Sacks, Kepala Departemen Akuntansi University of the Western Cape Walter Geach menilai peningkatan tarif PPN maupun tarif pajak lainnya hanya akan menimbulkan bencana. Warga miskin akan mendapat pukulan yang cukup keras atas kebijakan tersebut.
“Pemerintah perlu membuat para investor melihat Afsel sebagai tempat untuk berinvestasi. Dalam jangka menengah, pemerintah perlu menunjukkan kepeduliannya terhadap rakyat melalui kebijakan yang diberlakukan,” tutur Geach. (kaw)
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.