HUT KE-14 DDTC

Peluncuran Buku Pajak Terbaru DDTC! 100 Buku Gratis, Daftar di Sini

Nora Galuh Candra Asmarani | Senin, 12 Juli 2021 | 15:30 WIB
Peluncuran Buku Pajak Terbaru DDTC! 100 Buku Gratis, Daftar di Sini

JAKARTA, DDTCNews – Bersamaan dengan momentum HUT ke-14, DDTC akan kembali meluncurkan buku terbaru.

Buku ke-12 terbitan DDTC tersebut berjudul Panduan Dasar Tata Cara Pelaksanaan Pajak. Buku ini ditulis Managing Partner DDTC Darussalam, Senior Partner DDTC Danny Septriadi, Expert Consultant DDTC Khisi Armaya Dhora, dan Assistant Manager Tax Compliance & Litigation Services DDTC Erika.

Bersamaan dengan diterbitkannya buku terbaru ini, DDTC menggelar webinar bertajuk Peluncuran dan Kupas Buku: Panduan Dasar Tata Cara Pelaksanaan Pajak. Acara digelar pada Selasa, 27 Juli 2021, pukul 10.00—11.30 WIB.

Baca Juga:
Perkaya Pengetahuan Pajak, Baca 11 e-Books Ini di Perpajakan DDTC

Diadakan melalui Zoom Online Meeting, acara ini akan menghadirkan langsung keempat penulis buku tersebut. Acara akan dipandu Specialist Transfer Pricing Services DDTC Adinda Nur Larasati sebagai moderator.

Sebagai informasi, buku ini ditulis dan diterbitkan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif dan sistematis mengenai tata cara pelaksanaan pajak oleh wajib pajak. Penulis menyadari pentingnya tingkat pengetahuan pajak untuk meningkatkan kesadaran pajak dan kepatuhan pajak masyarakat.

Pasalnya, sistem perpajakan Indonesia menganut sistem self-assessment yang menuntut wajib pajak memiliki pengetahuan pajak memadai. Wajib pajak juga dituntut dapat mengikuti perubahan ketentuan peraturan perundang-undangan pajak dan prosedur administratif pajak yang sering berubah.

Baca Juga:
DDTC Gelar Temu Kontributor Buku Gagasan Perpajakan Prabowo-Gibran

Buku yang terdiri atas 6 Bab ini memberikan panduan mengenai berbagai prosedur administrasi dan kewajiban pajak yang penting untuk dilaksanakan. Pembahasan buku ini dimulai dengan konsep subjek dan objek pajak serta diakhiri dengan penjelasan prosedur khusus pelaksanaan pajak.

Buku ini juga mencantumkan dasar hukum yang berlaku per 3 Mei 2021 sebagai acuan dalam setiap pembahasannya. Pembahasan buku ini juga telah disesuaikan dengan perubahan ketentuan yang terjadi pascaterbitnya Undang-Undang No.11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Selain itu, untuk mendukung era digitalisasi yang tengah terjadi dalam tata cara pelaksanaan pajak di Indonesia, buku ini juga menjelaskan langkah-langkah penggunaan berbagai sistem aplikasi daring yang diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Baca Juga:
Mahasiswa UII! Yuk Ikut Pembekalan Softskill dan Tips Magang di DDTC

Terbitnya buku ini juga menjadi wujud konkret dari misi DDTC dalam menghilangkan informasi asimetris di dalam masyarakat pajak Indonesia. Hadirnya buku ini diharapkan dapat berkontribusi positif dalam membangun dan mengembangkan dunia perpajakan di Tanah Air.

Tertarik untuk menyimak langsung penjelasan mengenai buku ini dari para penulisnya? Jika iya, Anda bisa langsung mendaftar melalui https://bit.ly/launchingbukuddtc. Ada buku yang akan diberikan gratis kepada 100 peserta webinar dengan syarat dan ketentuan dari panitia.

Jangan ketinggalan, untuk mendapatkan buku ini, Anda harus memberikan komentar terbaik mengenai ‘harapan pajak ke depannya’ pada kolom komentar berita ini. Komentar peserta harus disertai dengan nama lengkap dan jelas seperti saat pendaftaran webinar peluncuran buku.

Baca Juga:
Download! PDF Buku Baru DDTC: Gagasan Perpajakan untuk Prabowo-Gibran

Panitia akan memilih 100 peserta webinar dengan komentar terbaik untuk mendapat buku secara gratis. Keputusan panitia tidak dapat diganggu gugat.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi Syifa Janua Fitri (+62812-8393-5151) atau email [email protected]. (kaw)

Editor :

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

KOMENTAR
0
/1000

Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

21 Juli 2021 | 20:22 WIB

Dirgahayu DDTC, makin sukses dan berseri di tahun mendatang! :) Memberikan edukasi yg semakin luas buat masyarakat Indonesia sehingga makin aware dan paham mengenai perpajakan..

21 Juli 2021 | 18:43 WIB

selamat ultah ddtc ddtc, rujukan perpajakan indonesia tetap jaya

21 Juli 2021 | 17:57 WIB

selamat ulang tahun ddtc . harapan saya untuk pajak kedepannya adalah semoga sistem perpajakan di DJP semakin baik. semua aplikasi sudah online. aplikasi mudah penggunaannya dan yang paling utama adalah servernya tidak sering hang. sehingga tidak membuat wajib pajak kesal susah pelaporan. aplikasi flexibel sehingga bisa digunakan baik untuk operasi windows ataupun machintos. semoga dengan membaca buku ini wajib pajak bisa lebih dengan mudah memahami akan tatacara pelaporan yang lebih baik , karena bahasa ddtc selalu ringan dan mudah di mengerti dibandingkan dengan langsung membaca aturan pajak. sekali lagi selamat ulang tahun ddtc selalu berkarya untuk kemajuan bangsa ini.

21 Juli 2021 | 17:38 WIB

selamat ulang tahun untuk DDTC!! harapan saya kedepannya kesadaran WP terhadap pajak di Indonesia semakin meningkat , semoga dengan banyak kegiatan dan ilmu yang disebarkan oleh DDTC ini dapat membangkitkan dan mengajak masyarakat untuk lebih sadar pajak - Cyntia Hidayanti -

21 Juli 2021 | 14:53 WIB

dirgahayu DDTC ke-14, semoga terus bertumbuh & berkibar dalam menciptakan ide2, kreatif, inovatif, & informatif, serta edukatif dlm mensosialisasikan peraturan/perubahan perpajakan di Indonesia & kebijakan fiskal global lainnya. terima kasih telah menggaungkan betapa pentingnya peran pajak kepada masyarakat dalam pilar pembangunan negara. semoga masyarakat dengan sukarela & patuh membayar pajak demi kemajuan bersama. salam sehat selalu dan senantiasa dalam penjagaan Allah SWT. Aamiin

21 Juli 2021 | 14:11 WIB

Tapi dibalik itu banyak juga yang sudah taat dan tahu mengenai seluruh kewajiban perpajakannnya.. alhamdulilah. Saat ini saya senang DDTC selama ini telah banyak memberikan bahan bacaan informasi, pengetahuan yang sangattt-sangat berguna bagi byk org khususnya kalangan WP dan Mahasiswa. Namun ternyata DDTC juga memikirkan bahwasannya mungkin bacaan yang mereka buat belum sepenuhnya telah dibaca oleh seluruh kalangan. Oleh karenanya DDTC mulai aktif berinovasi membuat bahan bacaan/informasi/ pengetahuan yang mendasar mengenai bidang perpajkan. Supaya harapannya seluruh kalangan ini bisa memahami, atau setidaknya tahu walaupun sedkit untuk apa sih kita membayar pajak. Saya berharap mudah-mudahan makin banyak lembaga/badan/tokoh atau siapapun itu baik itu DJP, DDTC, dsb membuat BAHAN LITERASI tentang PERPAJAKAN. Karena jujur saya sebagai mahasiswa merasa hal2/pengetahuan tentang perpajakan di negri ini masih minim. Sehingganya orang masih "Takut" apabila mendengar kata pajak. Sekian

21 Juli 2021 | 14:11 WIB

Alhamdulillah saat ini d daerah tempat saya khususnya sudah mulai banyak bermunculan UMKM-UMKM yang sedikit demi sdikit mulai berkembang dg cukup signifikan. Kebanyakan si di bidang perdagangan grosir & Eceran, namun ada juga bengkel dan toko sparepart. Dan sebagian besar juga sudah banyak yang tahu mengenai pajak dan memiliki NPWP. Saya cukup senang melihat keadaan ini. Berarti secara tidak langsung daerah saya ekonominya masih dpt berkembang dg baik. Namun, ada beberapa sampel usaha yang saya temui ketika menjalakn survei dari kampus perihal 'Kesdaran wajib pajak di Bandar Lampung dalam membayar pajak demi terciptanya pembangunan yang merata' yang masih keliru dalam menjankan kewajiban perpajakannya. Contoh, NPWP yang digunakan seharusnya NPWP Bdan namun masih menggunakan NPWP Pribadi, tarif yang digunakan selama pendirian tidak berubah, sampai ada yang kalau tidak ada petugas pajak yang menagih ya mereka tidak mau membayar pajaknya. Walaupun ketika ditagih tetap membayarnya. Tapi dibalik itu banyak juga yang sudah taat dan tahu mengenai seluruh kewajiban perpajakannnya.. alhamdulilah. Saat ini saya senang DDTC selama ini telah banyak memberikan bahan bacaan informasi, pengetahuan yang sangattt-sangat berguna bagi byk org khususnya kalangan WP dan Mahasiswa. Namun ternyata DDTC juga memikirkan bahwasannya mungkin bacaan yang mereka buat belum sepenuhnya telah dibaca oleh seluruh kalangan. Oleh karenanya DDTC mulai aktif berinovasi membuat bahan bacaan/informasi/ pengetahuan yang mendasar mengenai bidang perpajkan. Supaya harapannya seluruh kalangan ini bisa memahami, atau setidaknya tahu walaupun sedkit untuk apa sih kita membayar pajak. Saya berharap mudah-mudahan makin banyak lembaga/badan/tokoh atau siapapun itu baik itu DJP, DDTC, dsb membuat BAHAN LITERASI tentang PERPAJAKAN. Karena jujur saya sebagai mahasiswa merasa hal2/pengetahuan tentang perpajakan di negri ini masih minim. Sehingganya orang masih "Takut" apabila mendengar kata pajak. Sekian dari saya, terimakasih.

21 Juli 2021 | 13:43 WIB

Happy Birthday DDTC ke-14.... semoga tetap Jaya & Berkembang dalam menciptakan program2 & produk2 perpajakan yang Inovatif, Informatif, Edukatif dan Kreatif dalam membantu mensosialisasikan perubahan kebijakan & peraturan perpajakan yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia pada khusunya, maupun kebijakan & peraturan perpajakan secara Global pada umumnya. Terimakasih juga kepada DDTC yang selama 14 tahun telah menjadi MItra yang menjembatani antara Pemerintah & WP dalam memahami informasi & pelaksanaan Perpajakan di Indonesia. Tetap SEMANGAT & DIRGAHAYU DDTC ke-14... semoga Tuhan senantiasa meberkati segenap Pimpinan, Manajemen & staf DDTC selalu dalam keadaan sehat agar tetap terus berkarya... amin

21 Juli 2021 | 13:30 WIB

Sudah jarang mencapai target, dihantam covid pula. Begitulah kira-kira kondisi penerimaan pajak kita. Perluas basis pajak! Itu salah satu yang dilakukan banyak negara pasca mengalami krisis ekonomi 2008 / 2009 lalu. Selain itu gali lagi potensi pajak dari pelaku usaha yang selama ini belum tersentuh pajak. Jangan yang dikejar cuma WP itu itu saja. Kasihan, hal semacam itu membuat WP yang sudah patuh merasakan ketidakadilan, karna melihat pesaingnya misalnya tidak punya NPWP atau tidak pernah bayar pajak tapi aman-aman saja. Jangan lupa, petugas pajaknya juga harus cerdas dan humanis. Pendekatannya perlu dievaluasi supaya hilang stigma petugas pajak itu antagonis. Pun sistim administrasi perpajakannya, kita masih sering mengalami kendala website DJP down ketika mau laporan pajak. Terakhir, sosialisasi perpajakan yang merata. Termasuk dalam sekolah – sekolah kita mestinya sudah memperkenalkan konsep-konsep perpajakan. Supaya generasi muda kita sadar pajak sedari dini.

21 Juli 2021 | 12:35 WIB

Agar Pajak dapat bertransformais secara total digital sehingga dapat lebih efisien dan efektif dalam melayani para WP guna mendukung transformasi digital 5.0 dan pasca pandemi ini pajak makin maju dan bertumbuh secara signifikan kembali.

ARTIKEL TERKAIT
Selasa, 22 Oktober 2024 | 11:45 WIB LITERATUR PAJAK

Perkaya Pengetahuan Pajak, Baca 11 e-Books Ini di Perpajakan DDTC

Senin, 21 Oktober 2024 | 15:30 WIB HUT KE-17 DDTC

DDTC Gelar Temu Kontributor Buku Gagasan Perpajakan Prabowo-Gibran

Sabtu, 19 Oktober 2024 | 08:27 WIB UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA (UII)

Mahasiswa UII! Yuk Ikut Pembekalan Softskill dan Tips Magang di DDTC

Jumat, 18 Oktober 2024 | 10:45 WIB HUT KE-17 DDTC

Download! PDF Buku Baru DDTC: Gagasan Perpajakan untuk Prabowo-Gibran

BERITA PILIHAN
Selasa, 22 Oktober 2024 | 21:45 WIB LEMBAGA LEGISLATIF

Sah! Misbakhun Terpilih Jadi Ketua Komisi XI DPR 2024-2029

Selasa, 22 Oktober 2024 | 21:00 WIB KEBIJAKAN PAJAK

PPN Mestinya Naik Tahun Depan, Gerindra akan Bahas Bareng Kemenkeu

Selasa, 22 Oktober 2024 | 17:30 WIB KPP PRATAMA JAMBI TELANAIPURA

WP Gagal Daftar LPSE karena KSWP Tidak Valid, Gara-Gara Tak Lapor SPT

Selasa, 22 Oktober 2024 | 17:06 WIB LEMBAGA LEGISLATIF

DPR Tetapkan Daftar Mitra Kerja untuk Komisi XII dan Komisi XIII

Selasa, 22 Oktober 2024 | 16:41 WIB IHPS I/2024

BPK Selamatkan Keuangan Negara Rp13,66 Triliun pada Semester I/2024

Selasa, 22 Oktober 2024 | 16:30 WIB KANWIL DJP JAWA TIMUR II

Pakai Faktur Pajak Fiktif, Dirut Perusahaan Akhirnya Ditahan Kejari

Selasa, 22 Oktober 2024 | 16:00 WIB TIPS PAJAK DAERAH

Cara Daftarkan Objek Pajak Alat Berat di DKI Jakarta secara Online

Selasa, 22 Oktober 2024 | 15:30 WIB AUSTRALIA

Bikin Orang Enggan Beli Rumah, Australia Bakal Hapus BPHTB

Selasa, 22 Oktober 2024 | 14:00 WIB KP2KP SIDRAP

Ubah Kata Sandi Akun Coretax, Fiskus: Tak Perlu Cantumkan EFIN