KOTA BEKASI

DPRD Duga Ada Pemajakan Berganda

Redaksi DDTCNews | Rabu, 09 November 2016 | 09:40 WIB
DPRD Duga Ada Pemajakan Berganda

BEKASI, DDTCNews – DPRD Kota Bekasi menduga ada indikasi pungutan pajak berganda dalam jasa valet yang ada di sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Bekasi. Pasalnya, selain membayar parkir valet, pengguna kendaraan pun tetap membayar parkir sesuai tarif progresif yang ada.

Ketua Komisi C DPRD Kota Bekasi Machrul Falaq mengatakan peristiwa ini tidak sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2010 tentang Pajak Daerah dan Peraturan Wali Kota Bekasi Nomor 30 Tahun 2015 tentang penentuan besaran tarif parkir pada penyelenggaraan parkir umum di luar badan jalan.

”Selama ini pengguna parkir valet dibebani dengan membayar dua kali, pertama atas jasa valet dan kedua atas lahan parkir yang dikelola di mal. Kita akan kaji jangan sampai ada masyarakat yang dibebani,” terangnya, Senin (7/11).

Baca Juga:
Dinilai Tak Realistis, Malang Pangkas Target Pajak Hiburan Rp64 Miliar

Berdasarkan Peraturan Wali Kota Nomor 30 Tahun 2015 diatur besaran pajak parkir valet di Kota Bekasi berkisar antara Rp25 ribu sampai Rp50 ribu. Tarif ini berlaku untuk kendaraan jenis sedan, jeep, minibus, pick up dan sejenisnya.

Sedangkan, untuk besaran pajak parkir roda empat di dalam mal di Kota Bekasi berkisar antara Rp2.000 - Rp4.000 untuk satu jam pertama dan Rp1.000 - Rp2.000 untuk tiap satu jam berikutnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Asosiasi Pusat Perbelanjaan Indonesia Bekasi Djaelani mengatakan pengenaan pajak dua kali atas jasa valet terjadi lantaran pengelola valet dan parkir berbeda.

Baca Juga:
Resmi! Samsat Kini Turut Kelola Pembayaran Opsen Pajak Kendaraan

Oleh karena itu, dalam waktu dekat Komisi C DPRD Kota Bekasi akan memanggil pengelola valet dan parkir yang ada di Kota Bekasi, serta ahli hukum untuk memperjelas posisi pajak parkir valet yang selama ini dipungut dari warga.

Dilansir dari i-bek.com, Kepala Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Bekasi Ali Fauzi mengungkapkan kalau penerimaan yang mampu dikumpulkan dari pajak parkir dalam setahun mencapai Rp22 miliar. (Gfa)

Editor :

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

KOMENTAR
0
/1000

Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT
Jumat, 07 Februari 2025 | 08:30 WIB PERPRES 4/2025

Resmi! Samsat Kini Turut Kelola Pembayaran Opsen Pajak Kendaraan

Kamis, 06 Februari 2025 | 14:00 WIB PROVINSI LAMPUNG

Segera Dilantik, Gubernur Diminta Langsung Bikin Pemutihan Pajak

Kamis, 06 Februari 2025 | 12:00 WIB KOTA TARAKAN

Banyak Pengusaha Tak Patuh, Setoran Pajak Sarang Burung Walet Rendah

BERITA PILIHAN
Jumat, 07 Februari 2025 | 16:00 WIB PMK 11/2025

PMK Omnibus Terbit, Tarif PPN Kegiatan Membangun Sendiri Tetap 2,2%

Jumat, 07 Februari 2025 | 15:07 WIB FOUNDER DDTC DANNY SEPTRIADI

‘Praktik Terbaik dalam Restitusi PPN adalah Immediate Refund System’

Jumat, 07 Februari 2025 | 12:00 WIB KEBIJAKAN PEMERINTAH

DEN: Kebijakan Bea Masuk Trump Jadi Peluang Investasi Bagi Indonesia

Jumat, 07 Februari 2025 | 11:30 WIB KEPATUHAN PAJAK

Ditjen Pajak Masih Terima 57.540 SPT Tahunan 2024 secara Manual