BELANDA

Mau ke Amsterdam? Bersiap, Ada Tambahan Pajak Turis

Nora Galuh Candra Asmarani | Senin, 13 Januari 2020 | 19:15 WIB
Mau ke Amsterdam? Bersiap, Ada Tambahan Pajak Turis

Ilustrasi. (foto: prismic.io)

AMSTERDAM, DDTCNews – Pemerintah Amsterdam, Belanda memberikan tambahan pajak bagi turis mulai 1 Januari 2020 lalu. Kebijakan ini membuat wisatawan yang mengunjungi Amsterdam akan dikenakan biaya tambahan di luar tarif pajak turis (tourist tax) yang saat ini berlaku.

Seorang perwakilan dari Dewan Kota Amsterdam mengatakan kenaikan tarif pajak turis ini tidak dilakukan untuk menghadapi ancaman kepadatan penduduk. Kenaikan pajak turis ini ditujukan agar wisatawan berkonstribusi lebih besar terhadap biaya keamanan dan kebersihan fasilitas umum.

"Pengunjung akan berkontribusi lebih banyak dalam baiaya untuk menjaga kota ini tetap aman dan bersih, serta menjaga tempat umum seperti trotoar, dermaga, jembatan, dan jalan-jalan agar terus dalam keadaan baik," kata perwakilan tersebut, Rabu (8/1/2020).

Baca Juga:
Baru Dilantik, Menteri Pariwisata Ini Segera Terapkan Pajak Turis

Adapun pajak turis tersebut akan berlaku untuk wisatawan yang menginap di hotel, AirBnB, atau bahkan tempat perkemahan. Hal ini berarti, wisatawan yang ingin menginap di tempat-tempat tersebut akan terkena biaya tambahan di atas pajak turis 7% yang saat ini berlaku.

Pajak ini akan mengenakan biaya tambahan senilai 3 euro (setara Rp45.900) per malam untuk wisatawan yang menginap di hotel dan penginapan jangka pendek lainnya. Sementara itu, wisatawan yang menginap di tempat perkemahan harus membayar senilai 1 euro (setara Rp15.300) per malam.

Pajak tersebut juga menyasar pengunjung yang menginap di kapal pesiar. Para wisatawan yang menginap di kapal pesiar ini akan dikenakan pungutan senilai 8 euro untuk setiap penumpang yang hanya singgah dan bukan penduduk kota.

Baca Juga:
Bali Revisi Perda Pungutan Turis Asing, Bakal Ada Sanksi Kurungan

Adapun pajak turis untuk wisatawan yang menginap di kapal pesiar ini sudah diberlakukan sejak 1 Januari 2019. Pajak ini dibebankan pada operator kapal yang kemudian diteruskan kepada pengunjung yang menginap selama 24 jam atau kurang dari itu.

Selain Amsterdam, banyak kota lain yang juga mengenakan pajak turis untuk mengekang pariwisata yang berlebihan, salah satunya Venesia, Italia. Wisatawan yang berkunjung ke kota paling tersohor karena penjelajahan sungai dan lautnya ini juga harus membayar lebih.

Di Venesia, turis diharuskan membayar pungutan senilai 10 euro (setara Rp153.000) saat periode puncak dan 3 euro (setara Rp45.900) di luar musim libur. Selain Venesia, negara lain seperti Selandia Baru dan Jepang juga memperkenalkan pajak turis, tetapi lebih ditujukan untuk proyek infrastruktur.

Tahun lalu, Selandia Baru mulai memungut pajak turis senilai 35 dolar New Zealand (setara Rp317.828) untuk perbaikan infrastruktur. Sementara itu, Jepang membebani wisatawan yang meninggalkan negara itu dengan pajak senilai 1000 yen (setara Rp124.657) yang disebut ‘sayonara tax’. (kaw)

Editor :

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

KOMENTAR
0
/1000

Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT
Sabtu, 14 September 2024 | 08:00 WIB PROVINSI BALI

Bali Revisi Perda Pungutan Turis Asing, Bakal Ada Sanksi Kurungan

Selasa, 03 September 2024 | 17:00 WIB SELANDIA BARU

Negara Ini Bakal Naikkan Pajak Turis Asing hingga 3 Kali Lipat

BERITA PILIHAN
Selasa, 22 Oktober 2024 | 21:45 WIB LEMBAGA LEGISLATIF

Sah! Misbakhun Terpilih Jadi Ketua Komisi XI DPR 2024-2029

Selasa, 22 Oktober 2024 | 21:00 WIB KEBIJAKAN PAJAK

PPN Mestinya Naik Tahun Depan, Gerindra akan Bahas Bareng Kemenkeu

Selasa, 22 Oktober 2024 | 17:30 WIB KPP PRATAMA JAMBI TELANAIPURA

WP Gagal Daftar LPSE karena KSWP Tidak Valid, Gara-Gara Tak Lapor SPT

Selasa, 22 Oktober 2024 | 17:06 WIB LEMBAGA LEGISLATIF

DPR Tetapkan Daftar Mitra Kerja untuk Komisi XII dan Komisi XIII

Selasa, 22 Oktober 2024 | 16:41 WIB IHPS I/2024

BPK Selamatkan Keuangan Negara Rp13,66 Triliun pada Semester I/2024

Selasa, 22 Oktober 2024 | 16:30 WIB KANWIL DJP JAWA TIMUR II

Pakai Faktur Pajak Fiktif, Dirut Perusahaan Akhirnya Ditahan Kejari

Selasa, 22 Oktober 2024 | 16:00 WIB TIPS PAJAK DAERAH

Cara Daftarkan Objek Pajak Alat Berat di DKI Jakarta secara Online

Selasa, 22 Oktober 2024 | 15:30 WIB AUSTRALIA

Bikin Orang Enggan Beli Rumah, Australia Bakal Hapus BPHTB

Selasa, 22 Oktober 2024 | 14:00 WIB KP2KP SIDRAP

Ubah Kata Sandi Akun Coretax, Fiskus: Tak Perlu Cantumkan EFIN