BADAN PUSAT STATISTIK:

Kunjungan Wisatawan Mancanegara di September 2017 Turun 13%

Redaksi DDTCNews | Kamis, 02 November 2017 | 11:47 WIB
Kunjungan Wisatawan Mancanegara di September 2017 Turun 13%

JAKARTA, DDTCNews – Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada September 2017 mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, jumlah kunjungan wisman pada September 2017 sebesar 1,21 juta, atau turun 13,67% dibandingkan Agustus 2017. Meski demikian, jika dibandingkan September 2016 yang sebanyak 1,01 juta, jumlah kunjungan tersebut mengalami kenaikan 20,47%.

Baca Juga:
Ekonomi 2024 Tumbuh 5,03 Persen, Sri Mulyani Beberkan Peran APBN


“Per September 2017, sekitar 1,06 juta kunjungan Wisman yang melalui 19 pintu utama, sementara hanya 150,01 ribu kunjungan di luar 19 pintu utama. Tapi sepanjang tahun ini sebanyak 9,04 juta kunjungan melalui 19 pintu utama dan 1,42 juta kunjungan di luar 19 pintu utama,” paparnya di Kantor Pusat BPS Jakarta, Rabu (1/11).

Namun, secara kumulatif, yaitu pada periode Januari-September 2017, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia telah mencapai 10,46 juta, atau naik 23,05% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2016 yang berjumlah 8,36 juta kunjungan.

Baca Juga:
Pakai NPWP 9990000000999000, Bupot Tak Ter-Prepopulated ke SPT Tahunan

Adapun jumlah kunjungan Wisman reguler yang melalui 19 pintu utama pada September 2017 meningkat 12,7% dibanding periode sama tahun 2016. Kenaikan itu terjadi di sebagian pintu masuk utama dengan persentase kenaikan tertinggi di Bandara Adi Sumarno Jawa Tengah sebesar 264,58%.

Kemudian posisi kedua tertinggi di Bandara Minangkabau Sumatera Barat sebesar 30,58% dan pelabuhan Tanjung Priok Jakarta sebesar 30,35%. Sedangkan kenaikan terendah tejadi di Bandara Sepinggan Kalimantan Timur sebesar 0,22%.

Tak hanya kenaikan jumlah kunjungan Wisman reguler, penurunan pun terjadi di 5 pintu masuk utama dengan persentase penurunan tertinggi di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun Kepulauan Riau sebesar 8,4% dan penurunan terendah di Bandara Sultan Syarif Kasim II Riau sebesar 0,07%.

Baca Juga:
Angka PDB Nominal Dirilis, Ketahuan Tax Ratio RI 2024 Hanya 10,08%!

Suhariyanto menjabarkan jumlah kunjungan Wisman dari luar 19 pintu utama pada September 2017 meningkat 149,12%. Menurutnya salah satu penyebab peningkatan itu karena digunakananya metode penghitungan Wisman yaitu Mobile Positioning Data (MPD) yang belum digunakan pada September 2016.

“MPD bertujuan untuk meningkatkan cakupan data Wisman yang berada di wilayah perbatasan Indonesia dan belum tercatat di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI). Sementara jika dibandingkan Agustus 2017, jumlah kunjungan Wisman di luar 19 pintu utama mengalami penurunan 25,28%,” pungkasnya.

Editor :

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

KOMENTAR
0
/1000

Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT
Kamis, 06 Februari 2025 | 12:30 WIB KEBIJAKAN PAJAK

Pemerintah Targetkan Initial Memorandum OECD Rampung Maret 2025

Kamis, 06 Februari 2025 | 09:30 WIB PEREKONOMIAN INDONESIA

Ekonomi 2024 Tumbuh 5,03 Persen, Sri Mulyani Beberkan Peran APBN

Kamis, 06 Februari 2025 | 08:55 WIB BERITA PAJAK HARI INI

Pakai NPWP 9990000000999000, Bupot Tak Ter-Prepopulated ke SPT Tahunan

BERITA PILIHAN
Jumat, 07 Februari 2025 | 08:30 WIB PERPRES 4/2025

Resmi! Samsat Kini Turut Kelola Pembayaran Opsen Pajak Kendaraan

Kamis, 06 Februari 2025 | 19:00 WIB CORETAX DJP

Ubah Data Pengurus sebagai Pengganti PIC Coretax, Begini Caranya

Kamis, 06 Februari 2025 | 18:30 WIB KEBIJAKAN CUKAI

Diprakarsai Kemenkeu, Pemerintah Susun PP Cukai Minuman Berpemanis

Kamis, 06 Februari 2025 | 18:00 WIB TIPS PAJAK

Cara Lapor SPT Tahunan Orang Pribadi Formulir 1770S di DJP Online

Kamis, 06 Februari 2025 | 17:30 WIB KONSULTASI PAJAK

Sudah Dapat Tax Holiday? Perusahaan Jangan Lupa Dua Hal Ini!

Kamis, 06 Februari 2025 | 16:00 WIB LAYANAN PAJAK

Bagaimana Nasib Aplikasi M-Pajak setelah Ada Coretax? DJP Ungkap Ini

Kamis, 06 Februari 2025 | 14:03 WIB KEBIJAKAN PEMERINTAH

DPR Apresiasi Penghematan Anggaran Prabowo, Dianggap ‘Reformasi APBN’

Kamis, 06 Februari 2025 | 14:00 WIB PROVINSI LAMPUNG

Segera Dilantik, Gubernur Diminta Langsung Bikin Pemutihan Pajak