KEBIJAKAN EKONOMI

Empat Instruksi Jokowi Tangkal Efek Virus Corona Terhadap Ekonomi

Dian Kurniati | Selasa, 25 Februari 2020 | 16:44 WIB
Empat Instruksi Jokowi Tangkal Efek Virus Corona Terhadap Ekonomi

Presiden Jokowi

JAKARTA, DDTCNews—Presiden Joko Widodo menyampaikan empat instruksi kepada para menterinya untuk menekan dampak virus Corona terhadap perekonomian di Indonesia, dalam rapat terbatas di kantor presiden.

Presiden meminta jajarannya untuk segera menggunakan seluruh instrumen yang ada dalam memperkuat daya tahan dan daya saing ekonomi Indonesia. Instrumen yang dimaksud terdir dari fiskal dan moneter.

“Dari sisi moneter, saya menyambut positif keputusan dari Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan-nya dan juga melakukan relaksasi moneter untuk mendukung pergerakan ekonomi nasional,” katanya di Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Baca Juga:
Angka PDB Nominal Dirilis, Ketahuan Tax Ratio RI 2024 Hanya 10,08%!

Kemudian, Jokowi juga siap memutuskan langkah-langkah kebijakan fiskal untuk mendorong perekonomian, baik dari sisi konsumsi, investasi, dan memulihkan kembali sektor pariwisata yang terdampak virus Corona.

Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta ini, daerah pariwisata yang paling merugi akibat isu Corona di antaranya adalah Bali, Sulawesi Utara, dan Kepulauan Riau, di mana selama ini banyak menerima kunjungan turis China.

Presiden juga memerintahkan kementerian/lembaga untuk menggelar konferensi dalam negeri di daerah-daerah terdampak tersebut, sekaligus memaksimalkan promosi wisata ke negara-negara selain China, Jepang, dan Korea Selatan.

Baca Juga:
Mobilitas Penduduk Meningkat, Konsumsi Rumah Tangga 2024 Tumbuh 4,94%

Instruksi berikutnya, Jokowi memerintahkan kementerian/lembaga mempercepat belanjanya, termasuk menerbitkan imbauan kepada gubernur, bupati, dan wali kota untuk merealisasikan belanja APBD di wilayahnya masing-masing sesegera mungkin.

Presiden juga memerintahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani mempercepat pencairan dana desa. Begitu juga program-program perlindungan sosial untuk segera dieksekusi, seperti Program Keluarga Harapan.

Terakhir, Jokowi meminta langkah konkret dari jajaran kabinet dalam menurunkan defisit neraca transaksi berjalan dan defisit neraca perdagangan. Menurutnya, isu defisit itu tetap menjadi prioritas pemerintah dalam rangka mengurangi ketergantungan impor. (rig)


Editor :

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

KOMENTAR
0
/1000

Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

25 Februari 2020 | 18:27 WIB

Hmm, menarik. Perlu segera direalisasikan supaya gak "ketinggalan" dan "terlanjur"

ARTIKEL TERKAIT
Rabu, 05 Februari 2025 | 14:00 WIB AMERIKA SERIKAT

Trump Tunda Bea Masuk 25 Persen untuk Produk Asal Kanada dan Meksiko

Rabu, 05 Februari 2025 | 12:07 WIB PERTUMBUHAN EKONOMI 2024

Mobilitas Penduduk Meningkat, Konsumsi Rumah Tangga 2024 Tumbuh 4,94%

BERITA PILIHAN
Rabu, 05 Februari 2025 | 14:30 WIB KEBIJAKAN PEMERINTAH

Pengecer Boleh Jualan Lagi, UMKM Dijamin Tetap Dapat Pasokan Elpiji

Rabu, 05 Februari 2025 | 14:11 WIB KONSULTASI CORETAX

Kendala NIK Tidak Valid di Coretax DJP, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Rabu, 05 Februari 2025 | 14:00 WIB AMERIKA SERIKAT

Trump Tunda Bea Masuk 25 Persen untuk Produk Asal Kanada dan Meksiko

Rabu, 05 Februari 2025 | 12:30 WIB KEBIJAKAN KEPABEANAN

Selain Belanja Online, CN Dipakai untuk Barang Jamaah Haji dan Hadiah

Rabu, 05 Februari 2025 | 12:07 WIB PERTUMBUHAN EKONOMI 2024

Mobilitas Penduduk Meningkat, Konsumsi Rumah Tangga 2024 Tumbuh 4,94%

Rabu, 05 Februari 2025 | 11:25 WIB PEREKONOMIAN INDONESIA

BPS Umumkan Ekonomi Indonesia 2024 Tumbuh 5,03 Persen