KOTA BANDUNG

Siap Menyisir Kota Demi Genjot Penerimaan

Gallantino Farman | Senin, 05 September 2016 | 12:01 WIB
Siap Menyisir Kota Demi Genjot Penerimaan

JAKARTA, DDTCNews - Dinas Pelayanan Pajak (Disyanjak) Kota Bandung, menyisir seluruh restoran dan usaha kuliner yang terletak di 3.212 ruas jalan di Kota Bandung. Alhasil, 3.500 Wajib Pajak (WP) terjaring dengan total potensi pajak Rp10 miliar.

Menurut Kepala Disyanjak Ema Sumarna, dari hasil penyisiran ini terdapat di antaranya 2.100 WP lama dan 1.400 WP baru. Selain itu, terjadi peningkatan pendapatan yang diterima para pengusaha kuliner sekitar Rp5-10 miliar setiap bulannya.

“Kami optimis target pajak restoran Rp158 miliar tercapai bahkan mungkin melebihi sampai pada Rp230-240 miliar. Ditambah sumber dari Indonesia Smart City Forum dan PON,” papar Ema.

Baca Juga:
Cuma Raup Rp10,9 Miliar, Setoran Retribusi Parkir Belum Sesuai Potensi

Hingga Senin (05/09), total realisasi penerimaan pajak daerah Kota Bandung saat ini baru mencapai 51% dari target. Ema berjanji akan terus mencari potensi penerimaan pajak agar mencapai target, seperti menyisir area penginapan dan kawasan parkir.

"Terkait retribusi parkir, masih banyak yang tidak memahami aturan. Parkir di toko atau mini market harus sesuai tarif dan berlaku di semua tempat, termasuk hotel berbintang, hotel melati, dan pertokoan," ujarnya sebagaimana dilansir dari pojokjabar.com.

Sebagai contoh di salah satu kawasan pertokoan, masyarakat dan juru parkir hanya sepakat membayar sesuai dengan kemauan mereka masing-masing. Padahal, retribusi mutlak dibayar sesuai dengan tarif yang telah ditentukan dan tidak terbatas hanya pada pembeli yang parkir tetapi juga para pemilik usaha yang menyediakan parkir.

Baca Juga:
Ada Coretax, Pembayaran dan Pelaporan Pajak Bakal Jadi Satu Rangkaian

"Idealnya, pemilik usaha menyediakan tiket parkir sehingga pengunjung membayar parkir sesuai aturan alias tidak ala kadarnya," terang Ema.

Disyanjak sendiri pun menawarkan diri untuk memandu penyedia lahan parkir untuk menghitung retribusi parkir di tempat usahanya, supaya tidak ada lagi yang tidak paham mengenai tarif. (Gfa)

Editor :

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

KOMENTAR
0
/1000

Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT
Kamis, 26 Desember 2024 | 11:30 WIB KPP MADYA DUA BANDUNG

Ada Coretax, Pembayaran dan Pelaporan Pajak Bakal Jadi Satu Rangkaian

Jumat, 06 Desember 2024 | 16:30 WIB KOTA PONTIANAK

Kejar Penerimaan Pajak Daerah, Pemkot Ini Andalkan Usaha Katering

BERITA PILIHAN
Senin, 03 Februari 2025 | 17:30 WIB PMK 136/2024

Ada De Minimis Exclusion, Pajak Minimum Global Bisa Jadi Nol

Senin, 03 Februari 2025 | 16:45 WIB KAMUS PAJAK

Apa Itu Surat Keputusan Pembetulan?

Senin, 03 Februari 2025 | 16:21 WIB PEREKONOMIAN INDONESIA

Inflasi Januari Cuma 0,76 Persen, Diskon Listrik Jadi Penyebab

Senin, 03 Februari 2025 | 16:09 WIB KOTA TANJUNGPINANG

Waduh! Pemkot Dituding Bikin Agenda Fiktif Pencetakan Buku Perda Pajak

Senin, 03 Februari 2025 | 15:30 WIB CORETAX DJP

Baru! DJP Rilis Buku Panduan Pembuatan Bukti Potong PPh Via Coretax

Senin, 03 Februari 2025 | 15:21 WIB KEBIJAKAN PEMERINTAH

Ada Titipan Pesan dari Gibran ke Bahlil Soal Elpiji 3 Kg, Apa Isinya?

Senin, 03 Februari 2025 | 15:09 WIB AGENDA PAJAK

Hadapi 2025, DDTC Gelar Seminar Eksklusif di Cikarang

Senin, 03 Februari 2025 | 14:09 WIB CORETAX SYSTEM

Perlu Waktu, Coretax Belum Nyambung ke Seluruh Bank dan Kementerian

Senin, 03 Februari 2025 | 14:00 WIB KEBIJAKAN PEMERINTAH

Pemerintah Tata Ulang Lahan Kebun Sawit, Pastikan Kepatuhan Pengusaha

Senin, 03 Februari 2025 | 13:30 WIB KEBIJAKAN PAJAK

Airlangga Minta Kendala Coretax Jangan Sampai Ganggu Penerimaan Negara