LAYANAN KEPABEANAN DAN CUKAI

Penipuan Bermodus Lelang Masih Marak, DJBC Minta Masyarakat Waspada

Dian Kurniati | Sabtu, 08 Juli 2023 | 08:30 WIB
Penipuan Bermodus Lelang Masih Marak, DJBC Minta Masyarakat Waspada

Ilustrasi. Barang-barang tegahan Bea Cukai yang dilelang.

JAKARTA, DDTCNews - Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) menyatakan masih menemukan laporan terkait dengan penipuan yang mengatasnamakan otoritas seperti modus lelang.

Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan DJBC Encep Dudi Ginanjar mengatakan penipuan lelang yang mengatasnamakan DJBC berpotensi menimbulkan kerugian pada masyarakat. Dia pun meminta masyarakat tidak mudah tergoda dengan modus lelang barang sitaan DJBC.

"Kurangnya pemahaman tentang prosedur lelang barang tegahan Bea Cukai menjadi salah satu alasan penipuan dapat terjadi," kata Encep dalam keterangan tertulis, dikutip pada Sabtu (8/7/2023).

Baca Juga:
Fitur MFA Sudah Diterapkan di Portal CEISA sejak 1 Desember 2024

Encep mengatakan DJBC menerima 101 laporan penipuan dengan modus lelang mengatasnamakan otoritas pada 2022. Adapun hingga Mei 2023, DJBC menerima 27 aduan penipuan bermodus lelang dengan kerugian senilai Rp18,25 juta dan potensi kerugian yang digagalkan Rp23,6 juta.

Dia menjelaskan lelang sudah ada di Indonesia sejak 1908 oleh pemerintah kolonial Belanda. Lelang pun terus berkembang dan masih menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat untuk mencari barang-barang antik atau barang dengan harga miring.

Pelaksanaan lelang barang tegahan DJBC telah diatur dalam PMK 178/2019. Barang tegahan DJBC yang dapat dilelang yakni barang-barang yang belum atau tidak memenuhi prosedur kepabeanan.

Baca Juga:
Dalam Sebulan, Bea Cukai Batam Amankan 434 HP-Tablet dari Penumpang

Barang-barang tersebut terdiri atas 3 kriteria yakni barang yang dinyatakan tidak dikuasai (BTD), barang yang dikuasai negara (BDN), dan barang yang menjadi milik negara (BMN). Barang yang memiliki nilai ekonomis dapat dijual melalui lelang untuk memperoleh penerimaan negara sepanjang tidak melanggar ketentuan perundang-undangan.

Encep menyebut Lelang barang tegahan DJBC hanya dilakukan melalui situs lelang.go.id yang dikelola Ditjen Kekayaan Negara (DJKN). Apabila dijumpai situs lelang selain milik DJKN tersebut, dapat dipastikan palsu.

Kemudian, ciri-ciri lain yang dapat mengindikasikan penipuan antara lain barang ditawarkan dengan harga murah yang tidak wajar, serta meminta uang muka yang ditransfer ke rekening pribadi. Selain itu, seseorang yang mengaku sebagai pegawai KPKNL, DJBC, atau instansi terkait lainnya juga akan aktif menghubungi korban melalui telepon atau WhatsApp dan meminta segera melakukan transfer.

"Lelang sama sekali tidak bisa diatur, terlebih dapat menjanjikan menang. Pemenang lelang adalah peserta yang memberikan penawaran harga tertinggi," ujarnya. (sap)

Editor :

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

KOMENTAR
0
/1000

Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT
Rabu, 25 Desember 2024 | 12:30 WIB KEBIJAKAN KEPABEANAN

Fitur MFA Sudah Diterapkan di Portal CEISA sejak 1 Desember 2024

Kamis, 19 Desember 2024 | 19:00 WIB BEA CUKAI BATAM

Dalam Sebulan, Bea Cukai Batam Amankan 434 HP-Tablet dari Penumpang

Kamis, 19 Desember 2024 | 14:00 WIB KEBIJAKAN CUKAI

Tarif Cukai Rokok Tak Naik, Begini Strategi DJBC Kejar Target 2025

Kamis, 19 Desember 2024 | 13:30 WIB FASILITAS PERPAJAKAN

DJBC Sebut Kawasan Berikat Baru di Banten Resmi Beroperasi

BERITA PILIHAN
Rabu, 25 Desember 2024 | 15:00 WIB KEBIJAKAN PEMERINTAH

Pemerintah akan Salurkan KUR Rp300 Triliun Tahun Depan

Rabu, 25 Desember 2024 | 13:30 WIB PSAK 201

Item-Item dalam Laporan Posisi Keuangan Berdasarkan PSAK 201

Rabu, 25 Desember 2024 | 13:00 WIB KEBIJAKAN PAJAK

Kontribusi ke Negara, DJP: Langganan Platform Digital Kena PPN 12%

Rabu, 25 Desember 2024 | 12:30 WIB KEBIJAKAN KEPABEANAN

Fitur MFA Sudah Diterapkan di Portal CEISA sejak 1 Desember 2024

Rabu, 25 Desember 2024 | 11:30 WIB PMK 94/2023

Pemerikaan Pajak oleh DJP terhadap Kontraktor Migas, Apa Saja?

Rabu, 25 Desember 2024 | 11:00 WIB INFOGRAFIS PAJAK

Dokumen yang Dilampirkan saat Pemberitahuan Perpanjangan SPT Tahunan

Rabu, 25 Desember 2024 | 09:37 WIB KURS PAJAK 25 DESEMBER 2024 - 31 DESEMBER 2024

Kurs Pajak Terbaru: Rupiah Melemah terhadap Mayoritas Mata Uang Mitra