PEMERIKSAAN BPK

BPK Beri Opini WTP atas Laporan Keuangan Pemprov Jabar

Redaksi DDTCNews | Jumat, 28 Mei 2021 | 18:00 WIB
BPK Beri Opini WTP atas Laporan Keuangan Pemprov Jabar

Gedung Badan Pemeriksa Keuangan. (foto: bpk.go.id)

JAKARTA, DDTCNews – Badan Pemeriksa Keuangan memberikan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas laporan keuangan Pemprov Jawa Barat 2020.

Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agus Joko Pramono memberikan apresiasi kepada pemprov dan DPRD Jabar yang telah bekerja sama dan berkomitmen mendukung penyelenggaraan pengelolaan keuangan negara secara transparan dan akuntabel.

"Pemeriksaan terhadap laporan keuangan bertujuan untuk memberikan opini tentang kewajaran penyajian laporan keuangan. Opini merupakan pernyataan profesional pemeriksa mengenai kewajaran informasi yang disajikan dalam laporan keuangan," katanya, Jumat (28/5/2021).

Baca Juga:
Januari 2024: Ketentuan Tarif Efektif PPh Pasal 21 Mulai Berlaku

Kendati Pemprov Jabar mendapatkan opini WTP, lanjut Agus, BPK masih menemukan permasalahan signifikan dalam pengelolaan keuangan. Untuk itu, temuan auditor tersebut diharapkan dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah.

Setidaknya terdapat empat temuan masalah yang signifikan dalam laporan keuangan Pemprov Jabar. Pertama, pemberian tunjangan kompensasi dukungan mobilitas jabatan struktural tak sesuai ketentuan yang berlaku.

Kedua, temuan kesalahan penganggaran belanja barang dan belanja modal pada 25 organisasi perangkat daerah (OPD). Ketiga, temuan pengelolaan belanja hibah tidak sesuai ketentuan, antara lain belum menyampaikan laporan pertanggungjawaban penggunaan dana hibahnya.

Baca Juga:
Jasa Travel Agent Kena PPN Besaran Tertentu, PM Tak Dapat Dikreditkan

Keempat, kekurangan volume pekerjaan paket infrastruktur pada empat OPD. "Meski demikian, dampak permasalahan tersebut tidak material dalam memengaruhi kewajaran penyajian laporan keuangan," ujar Agus.

BPK juga menyampaikan LHP kinerja atas efektivitas komitmen dan konvergensi program percepatan pencegahan dan penurunan stunting tahun anggara 2019 dan 2020. Menurut Agus, masih ada temuan masalah signifikan yang harus segera ditindaklanjuti pemda.

Temuan masalah dalam LHP kinerja penanggulangan stunting adalah integrasi yang belum optimal dalam dokumen perencanaan pemprov. Pemprov juga belum menyusun panduan teknis pelibatan lembaga nonkementerian dalam percepatan dan penurunan stunting.

Baca Juga:
Catat! Pengkreditan Pajak Masukan yang Ditagih dengan SKP Tak Berubah

Penurunan stunting di Jabar merupakan salah satu agenda prioritas pembangunan daerah 2018-2023. Pemprov menargetkan pencapaian Jabar Zero Stunting dapat diwujudkan sesuai target prevalensi stunting yaitu sebesar 19% pada 2023.

"Pemeriksaan kinerja ini dilaksanakan dengan pertimbangan bahwa prevalensi balita stunting di Jawa Barat pada tahun 2018 dan 2019 masing-masing mencapai 31,1% dan 26,2%, masih di atas standar WHO yaitu kurang dari 20%," tutur Agus. (rig)

Editor :

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

KOMENTAR
0
/1000

Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT
Kamis, 26 Desember 2024 | 10:30 WIB KILAS BALIK 2024

Januari 2024: Ketentuan Tarif Efektif PPh Pasal 21 Mulai Berlaku

Rabu, 25 Desember 2024 | 13:30 WIB PSAK 201

Item-Item dalam Laporan Posisi Keuangan Berdasarkan PSAK 201

BERITA PILIHAN
Kamis, 26 Desember 2024 | 11:00 WIB INFOGRAFIS PAJAK DAERAH

9 Jenis Pajak Daerah Terbaru yang Ditetapkan Pemkot Sibolga

Kamis, 26 Desember 2024 | 10:30 WIB KILAS BALIK 2024

Januari 2024: Ketentuan Tarif Efektif PPh Pasal 21 Mulai Berlaku

Kamis, 26 Desember 2024 | 10:00 WIB KEBIJAKAN PEMERINTAH

Kredit Investasi Padat Karya Diluncurkan, Plafonnya Capai Rp10 Miliar

Kamis, 26 Desember 2024 | 09:30 WIB PENGAWASAN BEA CUKAI

Libur Natal dan Tahun Baru, Bea Cukai Perketat Pengawasan di Perairan

Kamis, 26 Desember 2024 | 09:00 WIB CORETAX SYSTEM

Fitur Coretax yang Tersedia selama Praimplementasi Terbatas, Apa Saja?

Kamis, 26 Desember 2024 | 08:45 WIB BERITA PAJAK HARI INI

PPN 12 Persen, Pemerintah Ingin Rakyat Lebih Luas Ikut Bayar Pajak

Kamis, 26 Desember 2024 | 08:30 WIB KOTA BATAM

Ada Pemutihan, Pemkot Berhasil Cairkan Piutang Pajak Rp30 Miliar

Kamis, 26 Desember 2024 | 08:00 WIB KEBIJAKAN PEMERINTAH

Bagaimana Cara Peroleh Diskon 50 Persen Listrik Januari-Februari 2025?

Rabu, 25 Desember 2024 | 15:00 WIB KEBIJAKAN PEMERINTAH

Pemerintah akan Salurkan KUR Rp300 Triliun Tahun Depan