BELGIA

Atlet Profesional Dapat Tarif Pajak Lebih Rendah

Syadesa Anida Herdona | Rabu, 17 November 2021 | 13:30 WIB
Atlet Profesional Dapat Tarif Pajak Lebih Rendah

Petenis asal Belgia Elise Mertens bertanding melawan petenis asal Australia Storm Sanders dalam final turnamen tenis Billie Jean King Cup di O2 Arena, Praha, Republik Ceko, Selasa (2/11/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/David W Cerny/WSJ/cfo

BRUSSELS, DDTCNews – Pemerintah Belgia menurunkan tarif pajak untuk atlet yang berhasil menorehkan prestasi di ajang olahraga internasional seperti olimpiade dan kejuaraan dunia. Kini, atlet di Belgia hanya perlu membayar pajak atas hadiah atau bonus dengan tarif 16,5%.

Jika melihat pada profesional lainnya, tarif pajak yang berlaku saat ini sebesar 50%. Akan tetapi, pemerintah Belgia memutuskan untuk menurunkan tarif pajak bagi atlet sebesar 33,5%, menjadi hanya 16,5% saja.

"Performa yang ditunjukan para atlet telah menginspirasi seluruh penjuru negeri. Saat mereka menang dan mendapatkan hadiah maka sudah sewajarnya kami berikan kejelasan bagaimana hal tersebut diperlakukan dalam ketentuan pajak," ujar Menteri Keuangan Federal Vincent Van Peteghem.

Baca Juga:
Bikin Orang Enggan Beli Rumah, Australia Bakal Hapus BPHTB

Nantinya, penerapan standar tarif tunggal akan berlaku untuk semua cabang olahraga dan seluruh hadiah yang diterima atlet. Namun, ketentuan tarif pajak tersebut tak serta merta diberikan untuk seluruh kompetisi olahraga.

Pemberian tarif sebesar 16,5% hanya diberikan atas hadiah yang diterima dari kompetisi olahraga olimpiade atau paralimpiade, kompetisi oleh federasi olahraga tingkat nasional, internasional, maupun kawasan Eropa. Tarif pajak lebih rendah juga berlaku atas hadiah dari perlombaan yang digelar komite nasional olimpiade atau institusi publik maupun nonpublik yang mendanai hadiah untuk Olimpiade Tokyo 2020.

Pada pertandingan olimpiade sebelumnya di London dan Rio de Janeiro, bagi atlet Belgia yang berhasil memenangkan hadiah tidak akan dikenakan pajak. Sayangnya, pengecualian pengenaan pajak tersebut tidak berlaku untuk olimpiade di Tokyo tahun ini.

Baca Juga:
Malaysia Berencana Kenakan Pajak atas Dividen sebesar 2 Persen

Baru setelahnya pemerintah menerima laporan bahwa tarif pajak yang dikenakan untuk hadiah yang didapat atlet Belgia terlalu tinggi. Untuk menindaklanjutinya, Van Peteghem mengumumkan rencananya untuk menyusun kerangka hukum perlakuan pajak atas hadiah yang didapat atlet.

Dilansir oleh The Brussels Times pada Olimpiade Tokyo lalu, atlet Belgia berhasil menyabet tujuh medali. Total hadiah yang berhasil dibawa pulang berjumlah lebih dari €570.000 atau sekitar Rp9,1 miliar. (sap)

Editor :

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

KOMENTAR
0
/1000

Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT
Selasa, 22 Oktober 2024 | 15:30 WIB AUSTRALIA

Bikin Orang Enggan Beli Rumah, Australia Bakal Hapus BPHTB

Minggu, 20 Oktober 2024 | 14:00 WIB HONG KONG

Negara Ini Bakal Pangkas Tarif Bea Masuk Minuman Beralkohol

BERITA PILIHAN
Selasa, 22 Oktober 2024 | 17:30 WIB KPP PRATAMA JAMBI TELANAIPURA

WP Gagal Daftar LPSE karena KSWP Tidak Valid, Gara-Gara Tak Lapor SPT

Selasa, 22 Oktober 2024 | 17:06 WIB LEMBAGA LEGISLATIF

DPR Tetapkan Daftar Mitra Kerja untuk Komisi XII dan Komisi XIII

Selasa, 22 Oktober 2024 | 16:41 WIB IHPS I/2024

BPK Selamatkan Keuangan Negara Rp13,66 Triliun pada Semester I/2024

Selasa, 22 Oktober 2024 | 16:30 WIB KANWIL DJP JAWA TIMUR II

Pakai Faktur Pajak Fiktif, Dirut Perusahaan Akhirnya Ditahan Kejari

Selasa, 22 Oktober 2024 | 16:00 WIB TIPS PAJAK DAERAH

Cara Daftarkan Objek Pajak Alat Berat di DKI Jakarta secara Online

Selasa, 22 Oktober 2024 | 15:30 WIB AUSTRALIA

Bikin Orang Enggan Beli Rumah, Australia Bakal Hapus BPHTB

Selasa, 22 Oktober 2024 | 14:00 WIB KP2KP SIDRAP

Ubah Kata Sandi Akun Coretax, Fiskus: Tak Perlu Cantumkan EFIN

Selasa, 22 Oktober 2024 | 13:45 WIB KABINET MERAH PUTIH

Tak Lagi Dikoordinasikan oleh Menko Ekonomi, Kemenkeu Beri Penjelasan

Selasa, 22 Oktober 2024 | 13:30 WIB KEBIJAKAN PAJAK

Kenaikan Tarif PPN Perlu Diikuti dengan Transparansi Belanja