KEBIJAKAN PERDAGANGAN

Tekan Industri Tekstil, Pakaian Jadi Juga Diusulkan Kena BMTP

Dian Kurniati | Sabtu, 02 November 2024 | 11:30 WIB
Tekan Industri Tekstil, Pakaian Jadi Juga Diusulkan Kena BMTP

Ilustrasi. Perajin menyelesaikan penenunan kain dengan alat tenun bukan mesin (ATBM) di kelompok tenun Mantar Berseri Desa Mantar, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, NTB, Kamis (31/10/2024).  ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/foc.

JAKARTA, DDTCNews - Kementerian Perindustrian kembali mengusulkan produk pakaian jadi dikenakan bea masuk tindakan pengamanan (BMTP), menyusul produk kain dan karpet.

Juru bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif mengatakan pengenaan BMTP bakal mengurangi impor pakaian jadi yang kini membanjiri pasar. Menurutnya, usulan ini juga pernah disampaikan sebagai salah satu strategi melindungi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) lokal.

"Namun, kementerian/lembaga terkait masih menolak usulan tersebut," katanya, dikutip pada Sabtu (2/11/2024).

Baca Juga:
Perkuat Logistik Nasional, Pemerintah Siapkan Revisi Dua Aturan Ini

Febri mengatakan kinerja sektor manufaktur, termasuk tekstil, sedang mengalami penurunan seiring dengan peningkatan barang impor. Menurutnya, kondisi ini salah satunya dipicu oleh penerbitan Permendag 8/2024 yang menghilangkan aturan penerbitan Persetujuan Teknis (Pertek) dari Kemenperin untuk produk pakaian jadi.

Dari 518 kode HS kelompok komoditas yang direlaksasi impornya dalam kebijakan tersebut, 458 komoditas atau 88,42% merupakan kode HS barang jadi yang sudah bisa diproduksi oleh industri dalam negeri. Permendag 8/2024 pun dinilai tidak sejalan dengan upaya melindungi industri dalam negeri, terutama industri tekstil.

Dia menyebut penurunan kinerja manufaktur ini juga tecermin dari Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Oktober 2024 yang kembali berada di level kontraksi, yaitu 49,2.

Baca Juga:
Pindahan dari Luar Negeri Bawa Kendaraan, Dapat Bebas Bea Masuk?

"Sektor industri benar-benar membutuhkan perlindungan pada pasar produk jadi atau produk hilir sehingga perlu segera ada tindakan nyata agar industri manufaktur bisa bertahan," ujarnya.

Sebelumnya, melalui PMK 48/2024, pemerintah kembali mengenakan BMTP atas impor kain. Pemerintah telah mengenakan BMTP atas impor kain mulai 27 Mei 2020 hingga 8 November 2022 melalui PMK 55/2020 s.t.d.d PMK 78/2021.

Namun, berdasarkan hasil penyelidikan Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) pengenaan BMTP tersebut masih diperlukan. BMTP atas impor kain ini dikenakan selama 3 tahun.

Sementara itu, PMK 49/2024 mengatur perpanjangan pengenaan BMTP atas impor produk karpet dan tekstil penutup lantai lainnya. Sebelumnya, kebijakan ini diatur dalam PMK 10/2021 s.t.d.d PMK 74/2022. Kebijakan ini diambil berdasarkan hasil penyelidikan KPPI, juga selama 3 tahun. (sap)

Editor :

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

KOMENTAR
0
/1000

Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT
Jumat, 01 November 2024 | 14:00 WIB SISTEM LOGISTIK NASIONAL

Perkuat Logistik Nasional, Pemerintah Siapkan Revisi Dua Aturan Ini

Rabu, 30 Oktober 2024 | 19:00 WIB KEBIJAKAN KEPABEANAN

Pindahan dari Luar Negeri Bawa Kendaraan, Dapat Bebas Bea Masuk?

Selasa, 29 Oktober 2024 | 18:30 WIB WAKTU BONGKAR MUAT

Dwelling Time pada September 2024 Meningkat, Rata-Rata 2,96 Hari

Selasa, 29 Oktober 2024 | 18:00 WIB KEBIJAKAN KEPABEANAN

Telanjur Diekspor Tapi Tak Laku, Barang Bisa Diimpor Tanpa Bea Masuk?

BERITA PILIHAN
Sabtu, 02 November 2024 | 13:15 WIB INSTITUT STIAMI - DDTC

Penting! Self Development Jadi Kunci Penentuan Karier dan Profesi

Sabtu, 02 November 2024 | 12:00 WIB APBN 2026

Bahas APBN 2026, Banggar Mulai Petakan Masalah-Masalah Fiskal

Sabtu, 02 November 2024 | 11:30 WIB KEBIJAKAN PERDAGANGAN

Tekan Industri Tekstil, Pakaian Jadi Juga Diusulkan Kena BMTP

Sabtu, 02 November 2024 | 11:09 WIB INSTITUT STIAMI - DDTC

STIAMI Gelar Webinar Soal Karier, 20 Buku DDTC Dibagikan Gratis!

Sabtu, 02 November 2024 | 11:00 WIB INFOGRAFIS PAJAK

Mengenal B-Ready, Indikator Kemudahan Usaha Pengganti EoDB

Sabtu, 02 November 2024 | 10:30 WIB METERAI DIGITAL

Catat, WP Harus Ajukan Izin Sebelum Pakai Mesin Teraan Meterai Digital

Sabtu, 02 November 2024 | 10:30 WIB ADMINISTRASI PAJAK

Istri dari Karyawan yang Meninggal Terima Pesangon, Pakai NPWP Siapa?

Sabtu, 02 November 2024 | 10:00 WIB KPP PRATAMA KLATEN

Tunggak Pajak Ratusan Juta, Pick Up dan Truk Milik WP Ini Disita KPP