QATAR

Sistem Administrasi PPN Sudah Tersedia, Pengusaha Diminta Bersiap

Muhamad Wildan | Kamis, 18 Februari 2021 | 14:15 WIB
Sistem Administrasi PPN Sudah Tersedia, Pengusaha Diminta Bersiap

Ilustrasi. (DDTCNews)

DOHA, DDTCNews – Seiring dengan akan diterapkannya pajak pertambahan nilai (PPN), pengusaha di Qatar disarankan untuk mulai bersiap dalam menghadapi sistem administrasi pajak yang akan diluncurkan oleh otoritas pajak.

Manager for Tax and Legal Services at PwC Middle East Rania Ibrahim mengatakan sistem administrasi dari otoritas pajak sebenarnya saat ini sudah siap untuk memulai pemungutan PPN. Meski begitu, belum ada pengumuman resmi mengenai kapan PPN tersebut mulai dikenakan.

"Qatar sudah mempersiapkan pengenaan PPN sejak 2016 ketika negara tersebut menandatangani Gulf Cooperation Council Value Added Tax Framework. Qatar sudah siap baik dari sisi regulasi maupun dari sisi sistem IT," katanya, dikutip Kamis (18/2/2021).

Baca Juga:
Tarif Bea Masuk Trump terhadap 2 Negara Ini Lebih Tinggi dari China

Bila diberlakukan, PPN akan berdampak luas terhadap organisasi suatu korporasi, yang tentu tidak akan terbatas dari aspek finansial saja. Untuk itu, korporasi dinilai perlu mempersiapkan diri dengan membuat impact assessment.

"PPN akan berdampak luas atas setiap transaksi yang dilakukan unit bisnis. Setiap item pendapatan harus dialokasikan secara tepat untuk memastikan perusahaan membebankan nominal PPN yang tepat kepada konsumen," tutur Ibrahim seperti dilansir thepeninsulaqatar.com.

Qatar termasuk salah satu dari 6 negara yang menandatangani GCC VAT Framework pada 2016. Selain Qatar, negara-negara yang turut menandatangani perjanjian tersebut adalah Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Bahrain, Oman, dan Kuwait.

Baca Juga:
Trump Bakal Kenakan Bea Masuk 25% atas Impor dari Kanada dan Meksiko

Hingga saat ini, baru ada tiga negara anggota GCC yang resmi mengenakan PPN antara lain Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Arab Saudi. Uni Emirat Arab dan Bahrain memungut PPN dengan tarif 5%, sedangkan Arab Saudi mengenakan PPN dengan tarif sebesar 5%.

Adapun Oman baru akan mengenakan PPN pada April tahun ini dengan tarif sebesar 5%. Pemerintah Oman memperkirakan PPN akan menyumbang penerimaan negara hingga OMR700 juta atau sebesar Rp25,32 triliun pada 2021. (rig)

Editor :

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

KOMENTAR
0
/1000

Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT
BERITA PILIHAN
Senin, 27 Januari 2025 | 10:00 WIB PMK 119/2024

Pemerintah Perinci Objek Penelitian atas PKP Berisiko Rendah

Senin, 27 Januari 2025 | 09:00 WIB KEBIJAKAN FISKAL

Siap-Siap SBN Ritel Perdana 2025! Besok Dirilis ORI027T3 dan ORI027T6

Senin, 27 Januari 2025 | 08:43 WIB LAYANAN PAJAK

Butuh Layanan Pajak? Kantor Pajak Baru Buka Lagi 30 Januari 2025

Senin, 27 Januari 2025 | 08:15 WIB BERITA PAJAK HARI INI

Pembaruan Objek Penelitian PKP Berisiko Rendah untuk Cairkan Restitusi

Senin, 27 Januari 2025 | 08:00 WIB KOTA PALANGKA RAYA

Bayar Pajak Sudah Serba Online, Kepatuhan WP Ditarget Membaik

Minggu, 26 Januari 2025 | 14:30 WIB PERATURAN PAJAK

Soal DPP Nilai Lain atas Jasa Penyediaan Tenaga Kerja, Ini Kata DJP

Minggu, 26 Januari 2025 | 13:30 WIB PERDAGANGAN KARBON

Luncurkan Perdagangan Karbon Internasional di IDXCarbon, Ini Kata BEI

Minggu, 26 Januari 2025 | 13:00 WIB AMERIKA SERIKAT

Tarif Bea Masuk Trump terhadap 2 Negara Ini Lebih Tinggi dari China