PELAYANAN PAJAK

Separuh Layanan DJP Ditargetkan Bisa Diakses Secara Online

Redaksi DDTCNews | Kamis, 30 Januari 2020 | 15:14 WIB
Separuh Layanan DJP Ditargetkan Bisa Diakses Secara Online

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas DJP Hestu Yoga Saksama.

JAKARTA, DDTCNews – Digitalisasi pelayanan kepada wajib pajak dilakukan secara bertahap oleh Ditjen Pajak (DJP). Otoritas menargetkan separuh dari kegiatan pelayanan dilakukan via laman DJP Online.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas DJP Hestu Yoga Saksama mengatakan dengan arah pelayanan menuju 3C (Click, Call, & Counter), otoritas fokus pada pengembangan Click sebagai sarana utama interaksi otoritas dengan wajib pajak. Pengembangan fungsi menjadi sasaran utama.

“Konsep pengembangannya fungsi mereka (click) akan bertambah. Jadi, nanti setengah layanan yang harus melalui proses manusia itu akan dilakukan oleh Click," katanya kepada DDTCNews, Kamis (30/1/2020).

Baca Juga:
Pakai Faktur Pajak Fiktif, Dirut Perusahaan Akhirnya Ditahan Kejari

Lebih lanjut, Hestu menjabarkan selama ini layanan berbasis Click hanya sebatas informatif kepada wajib pajak. Kedepannya, layanan Click di DJPOnline akan di tambah dengan kemampuan untuk melakukan proses permohonan surat dan izin berkaitan dengan layanan DJP.

Salah satu contoh pengembangan Click adalah WP dapat mengajukan permohonan untuk mendapatkan fasilitas fiskal. Salah satu fasilitas fiskal itu adalah restitusi dipercepat. Permohonan fasilitas ini nantinya dapat langsung diproses oleh kantor pusat dengan layanan DJP Online.

Namun demikian, hal tersebut belum akan dilakukan dalam waktu dekat. Hestu menyebutkan digitalisasi pelayanan akan dilakukan secara bertahap dalam empat tahun ke depan.

Baca Juga:
Urus Pemeriksaan Bukper: Coretax Bakal Hadirkan 4 Fitur Baru

"Misal yang mau dibuat paling ekstrem nantinya [Click] bisa [dipakai untuk] melakukan permohonan restitusi dipercepat. Permohonan di-submit lewat SPT e-Filing tapi yang melakukan proses di kantor pusat dan bukan di KPP-nya masing masing," ungkapnya.

Secara umum, direktori pelayanan perpajakan yang diterbitkan DJP pada 2018 menunjukan adanya ratusan pelayanan yang diberikan DJP kepada wajib pajak. Pada bagian pelayanan DJP, terdapat 61 jenis izin dan surat yang menjadi bagian dari pelayanan otoritas kepada wajib pajak.

Bagian tersebut belum termasuk puluhan pelayanan yang masuk dalam ranah sengketa pajak, pelaporan, hingga pemeriksaan pajak. (kaw)


Editor :

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

KOMENTAR
0
/1000

Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT
Selasa, 22 Oktober 2024 | 16:30 WIB KANWIL DJP JAWA TIMUR II

Pakai Faktur Pajak Fiktif, Dirut Perusahaan Akhirnya Ditahan Kejari

Senin, 21 Oktober 2024 | 14:32 WIB CORETAX SYSTEM

Urus Pemeriksaan Bukper: Coretax Bakal Hadirkan 4 Fitur Baru

Minggu, 20 Oktober 2024 | 10:30 WIB KEBIJAKAN PAJAK

Hapus NPWP yang Meninggal Dunia, Hanya Bisa Disampaikan Tertulis

Minggu, 20 Oktober 2024 | 08:00 WIB CORETAX SYSTEM

Gencar Edukasi, DJP Harap Pegawai Pajak dan WP Terbiasa dengan Coretax

BERITA PILIHAN
Selasa, 22 Oktober 2024 | 21:45 WIB LEMBAGA LEGISLATIF

Sah! Misbakhun Terpilih Jadi Ketua Komisi XI DPR 2024-2029

Selasa, 22 Oktober 2024 | 21:00 WIB KEBIJAKAN PAJAK

PPN Mestinya Naik Tahun Depan, Gerindra akan Bahas Bareng Kemenkeu

Selasa, 22 Oktober 2024 | 17:30 WIB KPP PRATAMA JAMBI TELANAIPURA

WP Gagal Daftar LPSE karena KSWP Tidak Valid, Gara-Gara Tak Lapor SPT

Selasa, 22 Oktober 2024 | 17:06 WIB LEMBAGA LEGISLATIF

DPR Tetapkan Daftar Mitra Kerja untuk Komisi XII dan Komisi XIII

Selasa, 22 Oktober 2024 | 16:41 WIB IHPS I/2024

BPK Selamatkan Keuangan Negara Rp13,66 Triliun pada Semester I/2024

Selasa, 22 Oktober 2024 | 16:30 WIB KANWIL DJP JAWA TIMUR II

Pakai Faktur Pajak Fiktif, Dirut Perusahaan Akhirnya Ditahan Kejari

Selasa, 22 Oktober 2024 | 16:00 WIB TIPS PAJAK DAERAH

Cara Daftarkan Objek Pajak Alat Berat di DKI Jakarta secara Online

Selasa, 22 Oktober 2024 | 15:30 WIB AUSTRALIA

Bikin Orang Enggan Beli Rumah, Australia Bakal Hapus BPHTB

Selasa, 22 Oktober 2024 | 14:00 WIB KP2KP SIDRAP

Ubah Kata Sandi Akun Coretax, Fiskus: Tak Perlu Cantumkan EFIN