KABUPATEN SUKOHARJO

Pemda Akhirnya Adakan Pemutihan Pajak setelah Lebih dari 1 Dekade

Dian Kurniati | Minggu, 07 Juli 2024 | 08:30 WIB
Pemda Akhirnya Adakan Pemutihan Pajak setelah Lebih dari 1 Dekade

Ilustrasi.

KLATEN, DDTCNews – Pemkab Sukoharjo, Jawa Tengah menggelar program penghapusan denda atau pemutihan pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) guna memeriahkan HUT ke-78 Kabupaten Sukoharjo.

Kabid Pendapatan BPKPAD Kabupaten Sukoharjo Asmaji Budi Prayogo mengatakan penghapusan denda PBB-P2 diberikan untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat yang kesulitan membayar tunggakan pajak daerah.

"Masyarakat bisa memanfaatkan program penghapusan denda PBB selama satu bulan penuh," katanya, dikutip pada Minggu (7/7/2024).

Baca Juga:
WP Gagal Daftar LPSE karena KSWP Tidak Valid, Gara-Gara Tak Lapor SPT

Asmaji menuturkan program pemutihan PBB-P2 dilaksanakan pada 1 hingga 31 Juli 2024. Pemutihan pajak ini baru pertama kali dilaksanakan selama lebih dari 1 dekade terakhir.

Dia menjelaskan program pemutihan pajak tersebut dapat dinikmati semua wajib pajak yang memiliki tunggakan. Dengan mengikuti program pemutihan, wajib pajak cukup membayar pokok pajaknya saja.

Dia menuturkan periode pemutihan denda menjadi momentum bagi wajib pajak untuk menyelesaikan tunggakan PBB-P2. Sebab, insentif pajak ini tidak akan hadir setiap tahun.

Baca Juga:
Pakai Faktur Pajak Fiktif, Dirut Perusahaan Akhirnya Ditahan Kejari

"Program penghapusan [denda] PBB-P2 merupakan program istimewa. Tahun depan, program ini belum tentu ada," ujarnya seperti dilansir solopos.com.

Asmaji berharap program pemutihan denda mampu meningkatkan kepatuhan sukarela wajib pajak sehingga berdampak pada pendapatan asli daerah (PAD). Menurutnya, PAD tersebut juga bakal dibelanjakan untuk berbagai program pembangunan daerah.

Selain memberikan insentif, BPKPAD pun berupaya mendekatkan pelayanan pajak daerah kepada wajib pajak. Dalam hal ini, wajib pajak dapat membayar PBB-P2 secara kolektif melalui petugas desa/kelurahan.

Baca Juga:
Cara Daftarkan Objek Pajak Alat Berat di DKI Jakarta secara Online

BPKPAD juga meminta perangkat desa turut menyosialisasikan pembayaran PBB-P2 agar masyarakat melaksanakan kewajibannya sebelum jatuh tempo.

BPKPAD mencatat realisasi PBB-P2 senilai Rp11,9 miliar hingga awal Mei 2024. Realisasi ini setara dengan 33,3% dari target Rp36 miliar. (rig)

Editor :

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

KOMENTAR
0
/1000

Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT
Selasa, 22 Oktober 2024 | 17:30 WIB KPP PRATAMA JAMBI TELANAIPURA

WP Gagal Daftar LPSE karena KSWP Tidak Valid, Gara-Gara Tak Lapor SPT

Selasa, 22 Oktober 2024 | 16:30 WIB KANWIL DJP JAWA TIMUR II

Pakai Faktur Pajak Fiktif, Dirut Perusahaan Akhirnya Ditahan Kejari

Selasa, 22 Oktober 2024 | 16:00 WIB TIPS PAJAK DAERAH

Cara Daftarkan Objek Pajak Alat Berat di DKI Jakarta secara Online

Selasa, 22 Oktober 2024 | 15:30 WIB AUSTRALIA

Bikin Orang Enggan Beli Rumah, Australia Bakal Hapus BPHTB

BERITA PILIHAN
Selasa, 22 Oktober 2024 | 17:30 WIB KPP PRATAMA JAMBI TELANAIPURA

WP Gagal Daftar LPSE karena KSWP Tidak Valid, Gara-Gara Tak Lapor SPT

Selasa, 22 Oktober 2024 | 17:06 WIB LEMBAGA LEGISLATIF

DPR Tetapkan Daftar Mitra Kerja untuk Komisi XII dan Komisi XIII

Selasa, 22 Oktober 2024 | 16:41 WIB IHPS I/2024

BPK Selamatkan Keuangan Negara Rp13,66 Triliun pada Semester I/2024

Selasa, 22 Oktober 2024 | 16:30 WIB KANWIL DJP JAWA TIMUR II

Pakai Faktur Pajak Fiktif, Dirut Perusahaan Akhirnya Ditahan Kejari

Selasa, 22 Oktober 2024 | 16:00 WIB TIPS PAJAK DAERAH

Cara Daftarkan Objek Pajak Alat Berat di DKI Jakarta secara Online

Selasa, 22 Oktober 2024 | 15:30 WIB AUSTRALIA

Bikin Orang Enggan Beli Rumah, Australia Bakal Hapus BPHTB

Selasa, 22 Oktober 2024 | 14:00 WIB KP2KP SIDRAP

Ubah Kata Sandi Akun Coretax, Fiskus: Tak Perlu Cantumkan EFIN

Selasa, 22 Oktober 2024 | 13:45 WIB KABINET MERAH PUTIH

Tak Lagi Dikoordinasikan oleh Menko Ekonomi, Kemenkeu Beri Penjelasan

Selasa, 22 Oktober 2024 | 13:30 WIB KEBIJAKAN PAJAK

Kenaikan Tarif PPN Perlu Diikuti dengan Transparansi Belanja