INDIA

Wah, Tahun Depan Panel Surya Kena Bea Masuk 40%

Muhamad Wildan | Senin, 15 Maret 2021 | 18:15 WIB
Wah, Tahun Depan Panel Surya Kena Bea Masuk 40%

Ilustrasi. (Foto: nerdwallet.com)

NEW DELHI, DDTCNews - India akan mengenakan bea masuk sebesar 40% atas impor solar modules dan bea masuk sebesar 25% atas impor solar cells pada April 2022.

Menurut informasi dari pejabat pemerintahan dan pelaku industri, bea masuk akan dikenakan atas panel surya tersebut untuk memangkas impor dan meningkatkan produksi dalam negeri.

"Usulan dari Kementerian Energi Baru dan Terbarukan untuk mengenakan bea masuk atas impor solar modules dan solar cells telah disetujui oleh Kementerian Keuangan," tulis Kementerian Energi Baru dan Terbarukan India pada memonya seperti dilansir zawya.com, dikutip Rabu (10/3/2021).

Baca Juga:
Bertemu PM Modi, Prabowo Dorong Kesepakatan Impor Beras dari India

Untuk saat ini, India masih sama sekali belum mengenakan bea masuk atas impor solar cells dan solar modules. Meski demikian, sudah ada bea masuk safeguard yang dikenakan. Masa berlaku bea masuk safeguard akan habis pada Juli 2021.

Dalam beberapa tahun terakhir, kebutuhan impor solar modules dan solar cells India cenderung diimpor dari China. Impor besar-besaran dilakukan guna memenuhi target instalasi energi tenaga surya sebesar 100 gigawatt yang ditargetkan oleh Perdana Menteri Narendra Modi.

Kapasitas energi tenaga surya ditargetkan dapat naik menjadi 280 gigawatt pada 2030 hingga 2031. Untuk saat ini, kapasitas energi tenaga surya yang mampu diproduksi India baru mencapai 39 gigawatt.

Baca Juga:
Negara Anggota BRICS Sepakat Bentuk Forum Kerja Sama Pajak

Guna menjalankan United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) atau Paris Agreement, India telah berkomitmen untuk meningkatkan produksi energi terbarukannya mencapai hingga 175 gigawatt pada 2022 dan mencapai 450 gigawatt pada 2030.

Saat ini, kapasitas India dalam memproduksi energi baru yang ramah lingkungan baru mencapai 93 gigawatt. (Bsi)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

KOMENTAR
0
/1000

Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT
Selasa, 19 November 2024 | 09:31 WIB KERJA SAMA PERDAGANGAN

Bertemu PM Modi, Prabowo Dorong Kesepakatan Impor Beras dari India

Sabtu, 05 Oktober 2024 | 09:30 WIB KERJA SAMA INTERNASIONAL

Negara Anggota BRICS Sepakat Bentuk Forum Kerja Sama Pajak

Sabtu, 24 Agustus 2024 | 11:00 WIB INFOGRAFIS PAJAK

Tren Penerimaan Perpajakan Pemerintah Hindia Belanda 1817-1939

BERITA PILIHAN
Senin, 27 Januari 2025 | 11:30 WIB PERDAGANGAN BERJANGKA

Nilai Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi 2024 Naik 29,3 Persen

Senin, 27 Januari 2025 | 10:00 WIB PMK 119/2024

Pemerintah Perinci Objek Penelitian atas PKP Berisiko Rendah

Senin, 27 Januari 2025 | 09:00 WIB KEBIJAKAN FISKAL

Siap-Siap SBN Ritel Perdana 2025! Besok Dirilis ORI027T3 dan ORI027T6

Senin, 27 Januari 2025 | 08:43 WIB LAYANAN PAJAK

Butuh Layanan Pajak? Kantor Pajak Baru Buka Lagi 30 Januari 2025

Senin, 27 Januari 2025 | 08:15 WIB BERITA PAJAK HARI INI

Pembaruan Objek Penelitian PKP Berisiko Rendah untuk Cairkan Restitusi

Senin, 27 Januari 2025 | 08:00 WIB KOTA PALANGKA RAYA

Bayar Pajak Sudah Serba Online, Kepatuhan WP Ditarget Membaik

Minggu, 26 Januari 2025 | 14:30 WIB PERATURAN PAJAK

Soal DPP Nilai Lain atas Jasa Penyediaan Tenaga Kerja, Ini Kata DJP

Minggu, 26 Januari 2025 | 13:30 WIB PERDAGANGAN KARBON

Luncurkan Perdagangan Karbon Internasional di IDXCarbon, Ini Kata BEI