KPP PRATAMA BLORA

Masuk Daftar Prioritas Pengawasan, WP Konsultasi dengan Petugas Pajak

Redaksi DDTCNews | Minggu, 20 Agustus 2023 | 15:30 WIB
Masuk Daftar Prioritas Pengawasan, WP Konsultasi dengan Petugas Pajak

Ilustrasi. 

BLORA, DDTCNews - Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Blora mengadakan pertemuan dengan beberapa wajib pajak di wilayah Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan pada 26 Juli 2023 guna menindaklanjuti Daftar Prioritas Pengawasan (DPP).

Dalam kegiatan kunjungan dan pemberian konsultasi itu, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Blora menugaskan tiga account representative (AR), yaitu Angga Noersam Erwanto, Ali Subchan, dan Denny Oktawirada.

“Kegiatan tersebut diselenggarakan untuk menindaklanjuti DPP terkait dengan permintaan data dan/ keterangan serta pemberian konsultasi untuk pemenuhan kewajiban perpajakan,” sebut KPP dikutip dari situs web DJP, Minggu (20/8/2023).

Baca Juga:
WP Gagal Daftar LPSE karena KSWP Tidak Valid, Gara-Gara Tak Lapor SPT

Denny mengeklaim dibukanya pos konsultasi ternyata direspons baik oleh wajib pajak. Menurutnya, wajib pajak cukup aktif bertanya mengenai kewajiban perpajakan dan kooperatif dalam memberikan informasi yang diperlukan untuk tindak lanjut pengawasan.

Sementara itu, wajib pajak bernama Suyadi mengaku banyak melontarkan pertanyaan agar dapat lebih memahami hal-hal yang harus dilakukan dirinya dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

“Adanya petugas pajak datang ke kantor kecamatan seperti ini mempermudah kita untuk melakukan konsultasi. Benar-benar sangat membantu kita orang-orang yang ingin patuh dalam membayar pajak,” kata Suyadi.

Baca Juga:
Pakai Faktur Pajak Fiktif, Dirut Perusahaan Akhirnya Ditahan Kejari

Selanjutnya, kegiatan itu diakhiri dengan pengambilan foto bersama wajib pajak dengan petugas pajak dari KPP Pratama Blora sebagai dokumentasi.

Merujuk pada SE-05/PJ/2022, kunjungan (visit) adalah kegiatan yang dilakukan oleh pegawai DJP yang ditugaskan untuk mendatangi tempat tinggal, tempat kedudukan, tempat kegiatan usaha dan/atau pekerjaan bebas wajib pajak, dan/atau tempat lain yang dianggap perlu dan memiliki kaitan dengan wajib pajak. (rig)

Editor :

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

KOMENTAR
0
/1000

Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT
Selasa, 22 Oktober 2024 | 17:30 WIB KPP PRATAMA JAMBI TELANAIPURA

WP Gagal Daftar LPSE karena KSWP Tidak Valid, Gara-Gara Tak Lapor SPT

Selasa, 22 Oktober 2024 | 16:30 WIB KANWIL DJP JAWA TIMUR II

Pakai Faktur Pajak Fiktif, Dirut Perusahaan Akhirnya Ditahan Kejari

Selasa, 22 Oktober 2024 | 16:00 WIB TIPS PAJAK DAERAH

Cara Daftarkan Objek Pajak Alat Berat di DKI Jakarta secara Online

Selasa, 22 Oktober 2024 | 15:30 WIB AUSTRALIA

Bikin Orang Enggan Beli Rumah, Australia Bakal Hapus BPHTB

BERITA PILIHAN
Selasa, 22 Oktober 2024 | 17:30 WIB KPP PRATAMA JAMBI TELANAIPURA

WP Gagal Daftar LPSE karena KSWP Tidak Valid, Gara-Gara Tak Lapor SPT

Selasa, 22 Oktober 2024 | 17:06 WIB LEMBAGA LEGISLATIF

DPR Tetapkan Daftar Mitra Kerja untuk Komisi XII dan Komisi XIII

Selasa, 22 Oktober 2024 | 16:41 WIB IHPS I/2024

BPK Selamatkan Keuangan Negara Rp13,66 Triliun pada Semester I/2024

Selasa, 22 Oktober 2024 | 16:30 WIB KANWIL DJP JAWA TIMUR II

Pakai Faktur Pajak Fiktif, Dirut Perusahaan Akhirnya Ditahan Kejari

Selasa, 22 Oktober 2024 | 16:00 WIB TIPS PAJAK DAERAH

Cara Daftarkan Objek Pajak Alat Berat di DKI Jakarta secara Online

Selasa, 22 Oktober 2024 | 15:30 WIB AUSTRALIA

Bikin Orang Enggan Beli Rumah, Australia Bakal Hapus BPHTB

Selasa, 22 Oktober 2024 | 14:00 WIB KP2KP SIDRAP

Ubah Kata Sandi Akun Coretax, Fiskus: Tak Perlu Cantumkan EFIN

Selasa, 22 Oktober 2024 | 13:45 WIB KABINET MERAH PUTIH

Tak Lagi Dikoordinasikan oleh Menko Ekonomi, Kemenkeu Beri Penjelasan

Selasa, 22 Oktober 2024 | 13:30 WIB KEBIJAKAN PAJAK

Kenaikan Tarif PPN Perlu Diikuti dengan Transparansi Belanja