PELAPORAN SPT TAHUNAN

Crazy Rich Tanjung Priok Ajak Wajib Pajak Lapor SPT, Begini Pesannya

Dian Kurniati | Sabtu, 19 Maret 2022 | 07:00 WIB
Crazy Rich Tanjung Priok Ajak Wajib Pajak Lapor SPT, Begini Pesannya

Ahmad Sahroni, pengusaha yang kerap dijuluki crazy rich Tanjung Priok.

JAKARTA, DDTCNews - Ahmad Sahroni atau yang biasa dijuluki sebagai 'crazy rich Tanjung Priok' mengajak wajib pajak segera melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan 2021.

Sahroni mengatakan setiap wajib pajak memiliki keharusan untuk melaporkan SPT Tahunan. Menurutnya, pelaporan SPT Tahunan sudah makin mudah karena dapat dilakukan secara online.

"Dengan e-filing, lapor SPT bisa di mana saja, di rumah, di kantor, di restoran, dan kapan saja," katanya dalam video yang diunggah akun Instagram @pajakjakut, dikutip Sabtu (19/3/2022).

Baca Juga:
Tak Kunjung Dapat Kode Verifikasi DJP Online, WP Datangi Kantor Pajak

Sahroni menyatakan telah melaporkan SPT Tahunannya. Dia menunaikan kewajibannya melapor SPT Tahunan menggunakan e-filing pada DJP Online.

Pengusaha yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR itu kemudian mengajak masyarakat mengikuti jejaknya melaporkan SPT Tahunan secara online sebelum batas waktunya berakhir. Menurutnya, pelaporan SPT Tahunan secara online dapat dilakukan melalui browser di ponsel, laptop, atau komputer.

Meski demikian, wajib pajak yang ingin melakukan pelaporan SPT Tahunan melalui e-filing diharuskan memperoleh electronic filing identification number (EFIN) terlebih dahulu.

Baca Juga:
Ditjen Pajak Masih Terima 57.540 SPT Tahunan 2024 secara Manual

"Mari laporkan SPT tahunan sekarang juga. Kenapa tunggu nanti, lapor SPT hari ini," ujarnya.

Sebagaimana diatur dalam UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), batas akhir penyampaian SPT Tahunan wajib pajak orang pribadi paling lambat 3 bulan setelah berakhirnya tahun pajak atau 31 Maret 2022. Sementara pada SPT tahunan wajib pajak badan, pelaporannya dilakukan paling lambat 4 bulan setelah berakhirnya tahun pajak atau 30 April 2022.

Pada beleid yang sama juga diatur penyampaian SPT yang terlambat akan dikenai sanksi administrasi berupa denda. Denda terlambat melaporkan SPT Tahunan pada orang pribadi adalah senilai Rp100.000, sedangkan pada wajib pajak badan Rp1 juta. (sap)


Editor :

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

KOMENTAR
0
/1000

Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT
Jumat, 07 Februari 2025 | 12:30 WIB KP2KP MUKOMUKO

Tak Kunjung Dapat Kode Verifikasi DJP Online, WP Datangi Kantor Pajak

Jumat, 07 Februari 2025 | 11:30 WIB KEPATUHAN PAJAK

Ditjen Pajak Masih Terima 57.540 SPT Tahunan 2024 secara Manual

Kamis, 06 Februari 2025 | 18:00 WIB TIPS PAJAK

Cara Lapor SPT Tahunan Orang Pribadi Formulir 1770S di DJP Online

Kamis, 06 Februari 2025 | 16:00 WIB LAYANAN PAJAK

Bagaimana Nasib Aplikasi M-Pajak setelah Ada Coretax? DJP Ungkap Ini

BERITA PILIHAN
Jumat, 07 Februari 2025 | 16:00 WIB PMK 11/2025

PMK Omnibus Terbit, Tarif PPN Kegiatan Membangun Sendiri Tetap 2,2%

Jumat, 07 Februari 2025 | 15:07 WIB FOUNDER DDTC DANNY SEPTRIADI

‘Praktik Terbaik dalam Restitusi PPN adalah Immediate Refund System’

Jumat, 07 Februari 2025 | 12:00 WIB KEBIJAKAN PEMERINTAH

DEN: Kebijakan Bea Masuk Trump Jadi Peluang Investasi Bagi Indonesia

Jumat, 07 Februari 2025 | 11:30 WIB KEPATUHAN PAJAK

Ditjen Pajak Masih Terima 57.540 SPT Tahunan 2024 secara Manual

Jumat, 07 Februari 2025 | 11:15 WIB INFOGRAFIS PAJAK

Daftar Role Akses pada Coretax DJP