BAHRAIN

Negara Ini Resmi Berlakukan Aturan Pajak Minimum Domestik 15 Persen

Muhamad Wildan | Rabu, 04 September 2024 | 18:00 WIB
Negara Ini Resmi Berlakukan Aturan Pajak Minimum Domestik 15 Persen

Ilustrasi.

MANAMA, DDTCNews – Pemerintah Bahrain resmi menerapkan pajak minimum domestik (domestic minimum top-up tax/DMTT) guna menyesuaikan ketentuan pajak yang berlaku dengan Pilar 2: Global Anti Base Erosion (GloBE).

National Bureau for Revenue (NBR) menyebut DMTT dengan tarif sebesar 15% atas laba bersih akan diberlakukan khusus atas perusahaan multinasional yang beroperasi di Bahrain.

"Dengan diberlakukannya DMTT, Bahrain menunjukkan komitmennya terhadap kerja sama global untuk mendorong terciptanya level playing field pada perpajakan internasional," sebut NBR, dikutip pada Rabu (4/9/2024).

Baca Juga:
Sri Mulyani Targetkan Aturan Insentif Fiskal 2025 Rampung Bulan Ini

Secara terperinci, DMTT diberlakukan atas perusahaan multinasional dengan pendapatan global €750 juta per tahun setidaknya pada 2 dari 4 tahun fiskal sebelumnya. Perusahaan multinasional yang memenuhi kriteria tersebut harus mendaftarkan diri kepada NBR.

Sementara itu, Ketua Bahrain Chamber Sameer Nass memandang regulasi tersebut akan memberikan perlindungan terhadap para pelaku usaha Bahrain dan mendorong swasta untuk turut berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur di Bahrain.

"Pengenaan DMTT terhadap perusahaan multinasional meningkatkan komitmen kerajaan dalam memberantas pengelakan pajak dan menunjukkan keinginan Bahrain untuk memenuhi standar perpajakan internasional," ujarnya seperti dilansir zawya.com.

Baca Juga:
Beban Pajak Minimum Global Bisa Ditekan dengan SBIE, Apa Itu?

Sebagai informasi, Pilar 2 merupakan landasan dari penerapan pajak minimum global dengan tarif efektif sebesar 15%. Pajak minimum global berlaku atas grup perusahaan multinasional dengan pendapatan global €750 juta per tahun.

Dengan rezim ini, yurisdiksi tempat ultimate parent entity (UPE) berlokasi berhak mengenakan top-up tax atas laba dari yurisdiksi tertentu yang ternyata dipajaki dengan tarif efektif kurang dari 15%. Top-up tax oleh yurisdiksi UPE dikenakan berdasarkan income inclusion rule (IIR).

Meski demikian, yurisdiksi sumber berhak mengenakan top-up tax terlebih dahulu bila yurisdiksi dimaksud mengadopsi qualified domestic minimum top-up tax (QDMTT). (rig)


Editor :

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

KOMENTAR
0
/1000

Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT
Jumat, 24 Januari 2025 | 19:15 WIB KEBIJAKAN PAJAK

Sri Mulyani Targetkan Aturan Insentif Fiskal 2025 Rampung Bulan Ini

Jumat, 24 Januari 2025 | 19:00 WIB PMK 136/2024

Beban Pajak Minimum Global Bisa Ditekan dengan SBIE, Apa Itu?

Jumat, 24 Januari 2025 | 18:30 WIB RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa Pajak atas Biaya Overhead dari Luar Negeri

Jumat, 24 Januari 2025 | 18:10 WIB DDTC ACADEMY - INTENSIVE COURSE

Dibuka! Batch Terbaru Pelatihan Intensif Transfer Pricing DDTC Academy

BERITA PILIHAN
Jumat, 24 Januari 2025 | 19:15 WIB KEBIJAKAN PAJAK

Sri Mulyani Targetkan Aturan Insentif Fiskal 2025 Rampung Bulan Ini

Jumat, 24 Januari 2025 | 19:00 WIB PMK 136/2024

Beban Pajak Minimum Global Bisa Ditekan dengan SBIE, Apa Itu?

Jumat, 24 Januari 2025 | 18:30 WIB RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa Pajak atas Biaya Overhead dari Luar Negeri

Jumat, 24 Januari 2025 | 18:10 WIB DDTC ACADEMY - INTENSIVE COURSE

Dibuka! Batch Terbaru Pelatihan Intensif Transfer Pricing DDTC Academy

Jumat, 24 Januari 2025 | 18:00 WIB KEBIJAKAN PEMERINTAH

Masyarakat Nonpeserta BPJS Bisa Ikut Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Jumat, 24 Januari 2025 | 17:30 WIB KEBIJAKAN PAJAK

Sri Mulyani: Pajak Minimum Global Bikin Iklim Investasi Lebih Sehat

Jumat, 24 Januari 2025 | 15:30 WIB PROFIL PERPAJAKAN KONGO

Seputar Aturan Perpajakan Kongo, PPN-nya Pakai Skema Multi-Tarif

Jumat, 24 Januari 2025 | 14:30 WIB AMERIKA SERIKAT

Hadiri Acara WEF, Trump Tawarkan Tarif Pajak 15 Persen untuk Investor