KEBIJAKAN PEMERINTAH

Prabowo Tegaskan Komitmen Perangi Korupsi dan Pengelakan Pajak

Muhamad Wildan | Minggu, 29 Desember 2024 | 13:30 WIB
Prabowo Tegaskan Komitmen Perangi Korupsi dan Pengelakan Pajak

Presiden Prabowo Subianto.

JAKARTA, DDTCNews - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan memerangi praktik korupsi dan pengelakan pajak.

Menurut Prabowo, terdapat segelintir orang yang memilih jalan-jalan gelap demi keuntungan pribadi. Untuk itu, pemerintah akan melakukan upaya dalam menghadapi mereka.

"Kita harus berani menghadapi mereka-mereka yang memilih jalan yang tidak benar, jalan menipu rakyat, jalan korupsi, jalan nyelundup, jalan enggak mau bayar pajak," katanya, dikutip pada Minggu (29/12/2024).

Baca Juga:
Opsi dalam Menu Registrasi di Aplikasi Coretax DJP

Prabowo mengakui berbagai tantangan tersebut tidak bisa diatasi dalam waktu singkat. Menurutnya, pemerintah harus realistis dalam memberantas korupsi dan pengelakan pajak tersebut.

"Tapi, kita juga realistis. Presiden tidak punya tongkat semacam tongkat Nabi Musa, tidak punya. Tidak punya tongkat Nabi Sulaiman. Tapi percayalah kalau kita beriktikad baik. Kalau kita bertekad berbuat baik, kita yakin kita akan berhasil," tuturnya.

Menurut Prabowo, upaya pemberantasan korupsi akan dihadapkan oleh banyak tantangan. Sebab, tidak ada koruptor yang ingin melihat Indonesia bisa berbenah dan membersihkan diri.

Baca Juga:
Sumbang Pemikiran, DDTC Akhirnya Luncurkan Buku PPN Edisi Kedua

"Si koruptor-koruptor itu, si maling-maling itu, tidak rela melihat pemerintah Indonesia yang ingin membenahi diri, ingin membersihkan diri. Dan kita akan digoyang, akan dibikin isu ini, isu itu," ujarnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, pemberantasan korupsi memerlukan tekad dan usaha bersama.

"Saya katakan kepada semua pihak, yang mau membela rakyat, yang mau menegakkan kebenaran, yang mau menegakkan hukum, yang mau hilangkan manipulasi dan korupsi, ayo bersatu sama kita," kata Prabowo. (rig)


Editor :

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

KOMENTAR
0
/1000

Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT
Rabu, 26 Februari 2025 | 11:00 WIB INFOGRAFIS PAJAK

Opsi dalam Menu Registrasi di Aplikasi Coretax DJP

Rabu, 26 Februari 2025 | 10:30 WIB LITERATUR PAJAK

Sumbang Pemikiran, DDTC Akhirnya Luncurkan Buku PPN Edisi Kedua

Rabu, 26 Februari 2025 | 10:17 WIB DDTC EXCLUSIVE GATHERING 2025

Catatan Reformasi Pajak: Kepentingan WP dan Otoritas Mesti Seimbang

Rabu, 26 Februari 2025 | 10:00 WIB PAJAK KARBON

DPR Dorong Penerapan Pajak Karbon, Biar Ada ‘Efek Jera’

BERITA PILIHAN
Rabu, 26 Februari 2025 | 11:00 WIB INFOGRAFIS PAJAK

Opsi dalam Menu Registrasi di Aplikasi Coretax DJP

Rabu, 26 Februari 2025 | 10:30 WIB LITERATUR PAJAK

Sumbang Pemikiran, DDTC Akhirnya Luncurkan Buku PPN Edisi Kedua

Rabu, 26 Februari 2025 | 10:17 WIB DDTC EXCLUSIVE GATHERING 2025

Catatan Reformasi Pajak: Kepentingan WP dan Otoritas Mesti Seimbang

Rabu, 26 Februari 2025 | 10:00 WIB PAJAK KARBON

DPR Dorong Penerapan Pajak Karbon, Biar Ada ‘Efek Jera’

Rabu, 26 Februari 2025 | 09:30 WIB KEBIJAKAN PAJAK

Masih Ada Importir Belum Padankan NIK-NPWP, DJBC Singgung Tarif PPh 22

Rabu, 26 Februari 2025 | 09:00 WIB ADMINISTRASI PAJAK

Login DJP Online Lebih Lama, Lapor SPT Tahunan Jangan Mepet Deadline!

Rabu, 26 Februari 2025 | 08:15 WIB KURS PAJAK 26 FEBRUARI 2025 - 04 MARET 2025

Kurs Pajak Terbaru: Tren Penguatan Rupiah atas Dolar AS Berlanjut

Rabu, 26 Februari 2025 | 06:30 WIB BERITA PAJAK HARI INI

Godok Insentif Pajak Sesuai GloBE Rules, Kemenkeu Pertimbangkan QRTC

Rabu, 26 Februari 2025 | 06:00 WIB ASSOCIATE PARTNER OF DDTC CONSULTING GANDA CHRISTIAN TOBING:

Demokrasi Buat Sistem Pajak Kompleks karena Tampung Banyak Kepentingan

Selasa, 25 Februari 2025 | 18:43 WIB PMK 15/2025

Dalam Pemeriksaan, Ditjen Pajak Berwenang Melakukan Penilaian